logo

Dosen UNS Kembangkan Bone Graft Dari Tulang Sapi

Dosen UNS Kembangkan Bone Graft Dari Tulang Sapi

Produk bone graft yang dikembangkan dosen UNS Solo
12 September 2019 17:12 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Dosen Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, bersama dosen Fakultas Kedokteran dan praktisi di bidang kesehatan mengembangkan bone graft atau bone filler dengan bahan tulang sapi. Bone graft yang digunakan selama ini menggunakan bahan sintetis dan harus impor dari Korea.

Bone graft merupakan material tiruan yang digunakan untuk menggantikan atau memperbaiki tulang yang rusak dan berfungsi sebagai pengisi tulang.

"Latar belakang pengembangan bone graft ini karena di Indonesia untuk dunia orthopedi masih impor, salah satunya dari Korea. Harganya juga mahal yakni Rp1,750 juta per 5 cc, ini sesuai yang dituliskan di e-catalog," jelas Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Teknik UNS, Joko Triyono, Kamis (12/9/2019).

Joko mengatakan, produk bone graft dari tulang sapi tersebut saat ini sudah melalui uji in vivo atau uji pada hewan. Material bone graft di implant kan ke tulang tikus putih. Hasilnya tidak ada peradagangan dan tulang baru juga tumbuh. Sehingga sudah memenuhi syarat biokompabilitas.

"Sedangkan untuk uji klinis kami belum melakukan karena biayanya mahal dan lama. Tetapi tahun lalu, kami sudah berkomunikasi dengan Kemenkes terkait pengembangan bone graft ini," jelasnya lagi.

Pengembangan bone graft tersebut dilakukan Joko Triyono bersama dr Suyatmi dari Fakultas Kedokteran dan dr I Dewa Nyoman Suci Anindya Murdiyantara dari RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian dilakukan selama tiga tahun dengan menggunakan hibah dana dari Ristekdikti sejak tahun 2016 lalu.

"Hibah dua tahun lalu yang pertama sebesar Rp100 juta dan tahun berikutnya Rp200 juta. Target produk siap dihilirisasi kalau sebelumnya masih skala laboratorium. Ke depan kami akan kerjasama dengan industri agar tidak berhenti begitu saja di kampus," paparnya.

Dipilih dari tulang sapi karena struktur mikro tulang ini mirip dengan tulang manusia. Produk ini bebas dari zat organik dan material yang ada di dalamnya bisa terserap oleh tubuh sehingga tidak perlu diambil.

Jika dibandingkan dengan produk yang sudah ada, bone graft yang diberinama Semar Bone Graft tersebut lebih murah dan bukan dari bahan sintetis. Untuk menghasilkan sekitar 10 cc bone graft hanya sebesar Rp400 ribu.

"Jadi kalau berhasil dijual di pasaran harganya akan di bawah produk yang sudah ada. Bisa setengah dari harga yang ada," katanya lagi.

Bone graft yang dikembangkan adalah untuk tipe xenograft yaitu tulang yang diambil dari spesies yang berbeda. Untuk bahannya diambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jagalan Solo. Tulang sapi dipilih yang masih segar kemudian dilakukan proses demineralisasi dan deproteinisasi dengan cara menjemur tulang dan direbus dengan air mendidih.

Setelah itu dipotong kecil-kecil dengan ukuran 10×10×10 mm. Kemudian dipanaskan pada oven hingga 1.200 derajat celcius selama 2 jam dan dilakukan sterilisasi bahan.

Berdasarkan surveu tahun 2010 di RS Ortopedi Prof Dr Soeharso Solo, terdapat 4.537 pasien patah tulang. Jika diasumsikan setiap rata-rata memerlukan 5 cc material bone graft, maka kebutuhan untuk 4.537 pasien di RS Ortopedi Solo adalah 22.685 cc/tahun, atau setara dengan sekitar Rp7 miliar. ***

Editor : Yon Parjiyono