logo

Forum Komunikasi PB/PP Cabor Dukung Audisi Bulutangkis PB Djarum

Forum Komunikasi PB/PP Cabor Dukung Audisi Bulutangkis PB Djarum

Sebagian dari puluhan anggota Forum Cabor berfoto bersama setelah membacakan deklarasi pernyataan sikap. (Foto: Markon Piliang).
12 September 2019 14:00 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Puluhan cabang olahraga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Cabang Olahraga Indonesia menyatakan sikap mendukung Audisi Bulutangkis yang diselenggarakan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum. Mereka menilai apa yang dilakukan PB Djarum dalam mencari bibit-bibit atlet berbakat bukan merupakan eksploitasi terhadap anak.

Dukungan ini diberikan menyikapi konflik yang terjadi antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dimana KPAI meminta PB Djarum menghentikan kegiatan audisi bulutangkis yang sudah berlangsung sejak lama karena dianggap mengeksploitasi anak untuk mengenal rokok sejak dini.

Ketua Forum Komunikasi PB/PP Cabor Indonesia Jadi Rajagukguk mengatakan, tidak ada korelasinya antara ajang pencarian bibit atlet berbakat yang dilakukan PB Djarum dan pengenalan rokok kepada anak sejak dini lewat audisi. Itu adalah dua hal yang berbeda.

“Seharusnya pemerintah berterima kasih kepada Djarum Fondation yang sudah bersedia menggelontorkan anggaran cukup besar untuk pembinaan bulutangkis. Dan hasilnya dapat dilihat, bulutangkis menjadi cabang olahraga paling konsisten menyumbang medali emas di Olimpiade sejak 1992, kecuali Olimpiade London 2012,” kata Jadi Rajagugkguk yang menjadi moderator pada acara deklarasi dukungan PB/PB Cabor di Hotel Sahit Jakarta, Kamis (12/9/2019) siang.

Pada pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, akhirnya disetujui 3 pernyataan sikap yang disepakati oleh sekitar 40 perwakilan cabang olahraga yang hadir. Ketiga pernyataan sikap tersebut berbunyi:

  1. Mendukung sepenuhnya usaha dan upaya program PB Djarum dalam rangka pembinaan anak usia dini atlet bulutangkis melalui kegiatan Audisi Pencarian Bakat Atlet Bulutangkis Indonesia.
  2. Meminta kepada KPAI untuk berfikir bijak dan ikut serta bertanggung jawan terhadap pembinaan anak-anak usia dini atlet berbakat dan berprestasi di Indonesia.
  3. Meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan dengan cepat, dan bijak demi masa depan olahraga Indonesia.

Wakil dari PB Djarum dalam pertemuan tersebut, Yuni Kartika mengharapkan persoalan ini cepat diselesaikan. Karena secara legal hukum PB Djarum sudah menjalankan tugasnya dengan berpijak pada Undang Undang. Sedangkan KPAI bekerja sesuai dengan Perpres yang dikeluarkan pada 2012.

“Sebenarnya dari aspek hukum kita lebih kuat karena landasannya Undang Undang. Sementara KPAI hanya berdasarkan Peraturan Pemerintah (Perpres). Kalau mau kasus ini dibawa Ke Menkumham untuk diuji mana yang lebih kuat posisinya,” kata Yuni yang mantan atlet bulutangkis ini. ***