logo

Trinseo Indonesia Ajak Siswa SD Membuat Seni kreatif Berbahan Dasar Styrofoam Bekas

Trinseo Indonesia Ajak Siswa SD Membuat Seni kreatif Berbahan Dasar Styrofoam Bekas

12 September 2019 11:43 WIB
Penulis : Ahmad Syukri

SuaraKarya.id - BANDUNG- Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga lingkungan secara lokal maupun global, PT Trinseo Material Indonesia, perusahaan global yang berfokus sebagai produsen plastik, lateks dan karet, menyelenggarakan kelas seni kreatif bersama anak-anak sekolah dengan menggunakan bahan daur ulang Styrofoam.

“Trinseo menyadari pentingnya pembuangan sampah dengan cara yang tepat dan adanya kebutuhan untuk mendaur ulang sampah. Oleh karena itu, Trinseo ada di sini untuk membimbing generasi muda tentang pentingnya mendaur ulang sampah menjadi hal yang bermakna," ujar Presiden Direktur PT Trinseo Material Indonesia Hanggara Sukandar di hadapan puluhan siswa SD Taruna Bakti, Bandung, kamis (12/9/2019).

Dalam kesempatan itu, Trinseo secara khusus mendatangkan seorang aktivis lingkungan dan juga seniman daur ulang Styrofoam dari Jakarta, Eko Herry Waluyo.  Ia mengajarkan kepada anak-anak untuk memanfaatkan kemasan makanan berbahan polystyrene agar dapat menjadi karya seni yang bermakna. Untuk merayakan Hari Badak Sedunia pada 22 September, tema kelas seni ini berfokus tentang Badak.

Eko Herry Waluyo, mengatakan bahwa Ia sangat mendukung acara yang dapat menggabungkan kreativitas dan bahan limbah menjadi satu. Lelaki berumur 54 tahun itu pertama kali memulai perjalanannya di bidang lingkungan sejak tahun 1990.

 “Dalam 29 tahun perjalanan saya di bidang lingkungan, saya percaya bahwa tindakan daur ulang harus diajarkan dari tahap awal untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab anak-anak sedari dini. Saya berharap di masa depan semakin banyak acara yang bisa mengikuti Iangkah Trinseo dalam mendidik anak-anak untuk menciptakan sesuatu yang berharga dengan menggunakan sampah Styrofoam," katanya.

Styrofoam dapat dipandang sebagai hal yang menguntungkan mengingat Styrofoam dapat 100% dipulihkan dan didaur ulang kembali. Salah satu cara mendaur ulang Styrofoam adalah dengan mengubahnya menjadi sesuatu yang telah dilakukan Eko dalam beberapa tahun ini.

 

Sementara itu, kepala sekolah SD Taruna Bakti, Irma Meirani, S.Pd mengaku sangat senang sekolahnya menjadi bagian dari kegiatan ini.

"Kami senang menjadi bagian dari kegiatan kelas seni yang berbahan dasar dari sampah Styrofoam bekas. Kegiatan daur ulang ini dapat membantu siswa kami untuk memanfaatkan kreativitas serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah kami yaitu menjadi sekolah unggulan yang berbudaya lingkungan. Sebagai sekolah yang sudah meraih penghargaan Adiwiyata Tingkat Propinsi, SD Taruna Bakti terus mengedukasi seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan,”ucapnya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto