logo

Berebut Proyek JIS, Ketua KADIN Jakpus RH Victor Aritonang Dukung Jakpro Yang Sudah Lalui Prosedur Tender

Berebut  Proyek JIS,  Ketua KADIN Jakpus RH Victor Aritonang Dukung  Jakpro  Yang Sudah Lalui Prosedur  Tender

Ketua KADIN Jakarta Pusat Victor Aritonang.
11 September 2019 22:29 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Umum Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Jakarta Pusat RH. Victor Aritonang mendukung keputusan PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro) yang memenangkan  proyek Jakarta International Stadium.

PT Wijaya Karya (Wika) dalam tender proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).

Sebab, PT Jakpro sudah menjalankan proses tender sudah sesuai prosedur.

"Sebagai Ketua KADIN Jakarta Pusat, saya mendukung Jakpro dan menyanyangkan PT Adhi Karya yang berusaha merebut proyek dari sesama perusahaan BUMN (PT Wika)," ujar Victor Aritonang dalam siaran persnya kepada Suarakarya.Id, Rabu malam (11/9/2019).

Victor berharap agar ke depan tidak ada praktik-praktik tidak fair, berebut proyek antar BUMN. "Pak Gunernur Anies juga kecewa, terhadap BUMN yang berusaha berebut proyek di wilayah DKI Jakarta.

Padahal sudah ada aturan aku dalam tender," kata pengusahan kontraktor ini. Sementara itu, JakPro telah menjawab protes dari PT Adhi Karya terkait pemenanga JIS yang menangkan PT Wijaya Karya (Wika) untuk mengerjakan proyek.

JakPro selaku pemilik proyek merasa sudah menjalankan prosedur tender. "Tendernya kita basic and build dan mengutamakan kualitas, jadi proses tendernya ada dua tahap, penilaian teknis dan harga," ucap Direktur Konstruksi JIS JakPro Iwan Taswin saat dihubungi wartawan, Selasa (10/9/2019).

Iwan menerangkan proses pertama adalah menilai kualitas dan ketepatan waktu. Tim tender menilai proposal dari kerja sama operasi (KSO) yang dipimpin oleh Wika dan KSO yang dipimpin Adhi Karya.

"Jadi oleh tim tender itu penilaian teknis sangat detail. Mulai dari perencanaan desain sampai metode konstruksi, desain, materiilnya sampai teknis-teknis time schedule-nya," kata Iwan.

Kemudian, dilanjutkan ke tahap efisiensi harga. Nilai dua tahap itu dijumlah dan diakumulasikan untuk menjadi nilai akhir. JakPro menentukan penilaian 70 persen untuk kualitas dan 30 persen untuk harga. Dari metode itu, keluarlah KSO Wika sebagai pemenang.

"KSO yang dibilang harganya lebih rendah, itu tidak bisa mengangkat skor teknis mereka yang kurang setelah diakumulasi, di proposal teknis perencanaan dia kurang ada item yang tidak terpenuhi,

Ssdangkan kita porsi tekniknya lebih tinggi, teknik itu 70, harga 30, karena kita mau kualitas karena ini bangunan spesifik bangunan khusus dan standar internasional," ucap Iwan.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto