logo

Konflik Di Papua, Masyarakat Butuh Sentuhan Kasih Dan Pemberdayaan SDM Secara Adil

Konflik Di Papua, Masyarakat Butuh Sentuhan Kasih Dan Pemberdayaan SDM Secara Adil

FGD Divisi Humas Polri di Grand Kemang Jakarta, mengambil tema Merajut Kebhinekaan Menuju Indonesia Maju.
11 September 2019 21:44 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Konflik di Papua seringkali terjadi, karena lemahnya kemampuan pemerintah mengelola konflik. Rakyat di Papua ingin sekali mengalami perubahan, tetapi sumber daya manusianya tidak maksimal diberdayakan.

Demikian rangkuman dari fokus grup diskusi (FGD) Divisi Humas Polri bertema "Merajut Kebhinekaan Menuju Indonesia Maju" di Grand Kemang Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Staf Khusus Kepresidenan Lenis Kagoya mengatakan di Papua pernah mengalami masa suram di masa lalu, di mana masyarakatnya kurang diperlakukan secara adil. Pemerintah pusat kurang peka baik dalam sentuhan pembangunan maupun masyarakatnya.

"Sentuhan kasih sayang yang dibutuhkan masyarakat Papua," kata Kagoya.

Tokoh masyarakat Papua ini menekankan pentingnya mempertahankan sila ke-3 (Persatuan Indonesia). "Pemerintah harus bertindak apapun dengan hati, dari hati akan muncul kasih ke sesama manusia. Dari Sabang Merauke nanti akan lahir Indonesia yang hebat,” kata Lenis Kogoya

Lenis Kogoya menegaskan merajut kebhinekaan harus didasari pada pedoman Pancasila. Dari situ, setiap orang akan tumbuh kesadaran menghargai bangsa.

“Untuk mempertahankan sila ke-3 (Persatuan Indonesia) mulai dari diri kita sendiri. Harus bertindak apapun dengan hati, dari hati akan muncul kasih ke sesama manusia. Dari Sabang Merauke nanti akan lahir Indonesia yang hebat,” kata Lenis Kogoya.

Sementara itu, pakar resolusi konflik, Edwin M.B. Tambunan mengatakan bahwa merajut kebhinekaan bisa dengan cara menghargai sesama. Keberagaman di Indonesia wajib dihargai oleh seluruh anak bangsa.

“Mari kita maknai keberagaman itu, mulai dari diri sendiri, kemudian sebarkan kepada orang-orang terdekat,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Sosial Budaya Baintelkam Polri, Brigjen Pol Merdisyam mengatakan Indonesia ditakdirkan menjadi sebuah negara yang memiliki banyak keberagaman dari mulai budaya, suku dan agama. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk menghargai keberagaman yang ada.

“Kita harus menyadari bangsa Indonesia itu sudah menjadi secara terlahir dari berbagai suku agama adat budaya. Dan semua itu sudah dieratkan, dikuatkan bahwa kita adalah satu Indonesia,” tuturnya.

Tak ketinggalan, penyanyi Edo Kondologit mengatakan bahwa Indonesia yang sudah 74 tahun merdeka tak bisa dirusak oleh segelintir kelompok. Sebab, Indonesia memiliki Pancasila sebagai pedoman masyarakat.

“Negara-negara lain banyak konflik dan terpecah. Indonesia bertahan karena punya Pancasila,” tandasnya.

Dalam FGD ini dibuka langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal. Hadir pula Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol Budi Setiawan, dan Karo PID Divisi Humas Polri Brigjen Pol Syahardianto