logo

Wartawan Tolak Intimidasi Minta Walkot Bekasi Pecat Ketua Katar

Wartawan Tolak Intimidasi Minta Walkot Bekasi Pecat Ketua Katar

Tolak intimidasi, Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Bekasi Bersatu (JBB) menggelar aksi solidaritas di gedung Pemkot Bekasi, Rabu (11/9/2019). (Foto: Dharma/suarakarya.id).
11 September 2019 12:56 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - BEKASI : Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Bekasi Bersatu (JBB) menggelar aksi solidaritas mendesak Wali Kota Bekasi untuk memecat Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara, Rabu (11/9/2019).

Aksi damai yang berlangsung di depan gedung Pemkot Bekasi itu berkaitan dugaan intimidasi terhadap salah satu wartawan lokal Bekasi Ahmad Pairudz.

Koordinator aksi, Muhammad Alfi mengatakan, tindaka itu dilakukan ketika Ahmad Pairudz (Radar Bekasi) mengkonfirmasi perihal pembongkaran bangunan liar (bangli) di Kelurahan Harapan Baru.

"Pay (Ahmd Pairudz), awalnya mewawancarai Karang Taruna Unit 01, Kelurahan Teluk Pucung perihal bagunan tersebut, Selasa (3/9/2019). Kemudian, Ketua Karang Taruna Unit 01, Adi Kusnadi mnyebut dirinya melakukan pembangunan atas perintah Heri," ungkapnya dalam kronologis itu.

Selanjutnya, Pay mengkonfirmasi kebenaran tersebut ke Heri dengan menghubunginya melalui posel pada Rabu (4/9/2019). Heri pun bersedia untuk diwawancarai dan meminta Pay datang ke kediamannya i wilayah Kelurahan Kaliabang Tengah.

"Pay pun mendatangi rumah Heri namun yang bersangkutan tidak berada di rumah. Lalu, dia (Pay) kembali ke kantor," ujar Alfi.

Selanjutnya, Heri menghubungi dan meminta untuk kembali datang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah Heri, sudah ada enam orang yang berada di lokasi. Tiga orang dudk di depan, dua orang di samping dan satu orang lagi duduk di belakang Pay.

"Ketika mengkonfirmasi, Pay mulai merasa terintimidasi. Selanjutnya, dia menanyakan tentang informasi bahwa warung tersebut akan disewakan sebesar Rp6 juta," kata Alfi.

"Seketika Heri, isteri dan rekannya marah dan mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas sambil menunjuk Pay. Setelah mendaptkan konfirmasi itu, Pay pamit dan meninggalkam kediaman Heri," tambah Alfi. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto