logo

Lolos Dari Maut, Korban Kecelakaan Nganjuk Malah Diringkus Polisi

Lolos Dari Maut, Korban Kecelakaan Nganjuk Malah Diringkus Polisi

Istimewa
10 September 2019 21:36 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Lolos dari maut saat kendaraan Toyota Innova yang ditumpanginya bertabrakan dengan sebuah bus di Nganjuk, justru membuat Tohir Rohjana (22) merana. Satu-satunya korban selamat dalam musibah yang menewaskan tiga penumpang kendaraan bernopol AE 567 SC itu, ternyata masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus peredaran narkoba.

Menurut Kasat Resnarkoba Polres Ponorogo, Iptu Eko Murbiyanto, Tohir yang warga Jalan Subokastowo, Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo itu merupakan pengedar pil koplo jenis Double L. "Tohir sudah kami buru sejak sepekan lalu," ujarnya, Selasa (10/9/2019).

Seperti diberitakan, mobil yang ditumpangi Tohir dan teman-temannya itu bertabrakan dengan Bus Mira S 7190 US di Nganjuk pada Senin (9/9/2019). Tiga teman Tohir tewas dalam kecelakaan tersebut, tapi dirinya selamat dan hanya mengalami luka ringan di bagian kepala.

Tiga temannya yang tewas itu masing-masing Viko Abdillah (22), warga asal Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo; Panji Wisnu Kusuma (21), warga Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo dan seorang pelajar bernama Amalia Hestin Mugraheni (17), warga Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Tohir sendiri disebut-sebut sebagai residivis kasus narkoba yang baru saja keluar lapas pada 17 Agustus 2019 lalu. Tidak kapok hidup dibalik jeruji, ternyata Tohir kembali menjalankan bisnis terlarangnya itu.

Polisi yang menggerebek tempat kosnya di Jalan Sulawesi, Ponorogo, usai mendapat laporan masyarakat, berhasil menyita 150 butir Pil Double L. Tapi sayangnya pelaku berhasil kabur dalam penggerebegan tersebut.

Belakangan, polisi menemukan nama Tohir sebagai salah satu korban dalam kecelakaan maut tersebut. Tak mau kehilangan buruannya, Tim Satresnarkoba Polres Ponorogo langsung bergeral cepat mendatangi RS Bhayangkara Nganjuk, tempat Tohir dirawat.

Setelah dipastikan hanya menderita luka ringan, Tohir langsung dibawa ke mapolres untuk menjalani pemeriksaan.

Tohir juga mengaku mengonsumsi pil koplo pada Minggu (8/9/2019) malam, sehari sebelum terjadi kecelakaan maut. Namun, tidak diketahui apakah tiga temannya yang tewas dalam kecelakaan juga mengonsumsi pil tersebut.

Oleh polisi, Tohir akan dijerat dengan Pasal 196 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto