logo

Program Dana Desa Untuk Sebesar-besarnya Kesejahteraan Masyarakat

Program Dana Desa Untuk Sebesar-besarnya Kesejahteraan Masyarakat

Dirjen PPMD Taufik Madjid (tengah). (foto, ist)
10 September 2019 20:30 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT, diketahui tengah menggodok rancangan perubahan Peraturan Menteri Desa Nomor 2 tahun 2015 tentang pedoman tata tertib dan mekanisme pengambilan keputusan musyawarah desa.

Dirjen PPMD Taufik Madjid, saat membuka Workshop Finalisasi terkait perubahan peraturan tersebut, di Jakarta, Selasa (10/9/2019) mengatakan, program dana desa harus diperuntukkan sebesar besarnya, untuk kesejahteraan masyarakat.

Yang dalam pengelolaannya melibatkan seluruh masyarakat melalui musyawarah desa. "Dana desa itu harus tepat sasaran untuk mensejahterakan masyarakat yang ada di desa. Perlu adanya suatu keputusan di dalam musyarawah desa untuk meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa," tutur Taufik Madjid.

Karenanya Ditjen PPMD Kemendes PDTT melakukan harmonisasi rancangan perubahan Peraturan Menteri Desa Nomor 2 tahun 2015 untuk meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. "Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, maka perlu kita masukan dalam permen perubahan ini," katanya.

Sementara itu, Direktur Harmonisasi Peraturan Perundang-Undangan I dari Ditjen Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bunyamin menegemukakan, Kemenkumham akan mendukung program dari Kemendes PDTT.

"Terkait dalam rancangan perubahan peraturan Permendesa ini, kami akan lakukan pengharmonisasian, yang merupakan salah satu tahapan. Yang harus dipenuhi dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Kami lakukan pengharmonisasian agar produk hukum yang dikeluarkan Kemendes PDTT Harmonis," tuturnya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto