logo

KPU Kota Solo Siapkan Anggaran Rp17,8 Miliar Untuk Pilkada Kota Solo

KPU Kota Solo Siapkan Anggaran Rp17,8 Miliar Untuk Pilkada Kota Solo

Divisi Bidang Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Solo, Kajad Pamuji Joko Waskito
10 September 2019 16:33 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Jawa Tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp17,8 miliar untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solo 2020. Anggaran tersebut akan dibagi dalam tiga termin.

Menurut Divisi Bidang Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Solo, Kajad Pamuji Joko Waskito, di Kantor KPU Kota Solo, Selasa (10/9/2019), anggaran yang disiapkan tersebut untuk membiaya 15 tahapan Pilkada dan tiga pasangan calon (paslon).

"KPU Kota Solo menyusun dan menetapkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pilwakot Solo Rp17,8 miliar. Dana ini bersumber dari APBD," jelasnya.

Menurut Kajad, besaran anggaran yang disusun tersebut sudah final dan tinggal menunggu persetujuan dari Pemkot Solo. Pencairan dana akan dilakukan setelah penandatanganan NPHD oleh KPU Solo dan Pemkot Solo tanggal 1 Oktober mendatang.

"Penyusunan dan penetapan NPHD Pilkada 2020 diatur dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan Pilkada," jelasnya lagi.

Ke-15 tahapan dalam Pilkada Kota Solo tersebut antara lain perencanaan program dan anggaran, penyusunan regulasi, sosialisasi dan partisipasi masyarakat, pembentukan badan penyelenggaraan AD Hock (PPK/PPS/KPPS), pemutakhiran data pemilih, dan verifikasi paslon perseorangan. Serta kampanye,  pemungutan suara, rekapitulasi dan penetapan paslon, perselisihan hasil pemilu.

"Kementerian Dalam Negeri sudah menerbitkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2019 kaitannya tentang pencairan NPHD untuk hibah pilkada. Anggaran akan dibagi tiga termin yakni termin pertama 40 persen, kemudian 50 persen dan 10 persen," paparnya.

Untuk termin pertama anggaran yang bisa dicairkan sebesar Rp7 miliar. Sedangkan termin kedua sebesar 50 persen atau Rp8,9 miliar bisa dicairkan 4 bulan sebelum pemungutan suara. Termin ketiga sebesar Rp1,7 miliar. ***

Editor : Azhari Nasution