logo

Kemarau Di Jateng Kali ini Jauh Lebih Kering

 Kemarau Di Jateng Kali ini Jauh Lebih Kering

Foto Istimewa
10 September 2019 16:04 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, memaparkan musim kemarau di Jawa Tengah kaliini jauh lebih kering dari rata-rata.

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso, selain lebih kering dari rata-rata, musim kemarau di Jateng tahun ini berlangsungn dalam kurun waktu lebih lama juga dari rata-rata musim kemarau. Sehingga musim penghujan turun satu hingga tiga dasarian (1 dasarian=10 hari).

"Diprediksi, wilayah Jateng baru akan mulai turun hujan pada Oktober depan dengan curah hujan tinggi di bulan November," katanya, Selasa (10/9/2019).

Dengan demikian, dalam musim hujan itu tidak selalu tidak ada panas sama sekali, dan musim kemarau tidak selalu sama sekali tidak ada hujan. Ada hujan tapi ada lokal dan curah hujannya tidak tinggi.

Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Iis Widya Harmoko, menambahkan sejumlah daerah yang memasuki musim hujan pada Oktober awal di antaranya sebagian Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, dan Purbalingga.

“Untuk bulan Oktober II dan III, kami memprediksi musim penghujan sudah masuk wilayah Banjarnegara, Selatan Batang, Pekalongan, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Kendal dan Cilacap,” tuturnya.

Sementara itu untuk daerah pesisir seperti Jepara dan Demak, Rembang, dan Pesisir Pati, awal musim penghujan diprediksi bisa mundur hingga bulan Desember.

Menurutnya, ada kondisi untuk mundurnya musim hujan ini seperti pada tahun 2018. Dipolmot positif, mengurangi curah hujan di Indonesia, suhu muka laut menurun. Hal itu mengakibatkan curah hujan menjadi turun. Lalu angin mosun timur yang masih dominan. Ini diperkirakan sampai Oktober.***

Editor : Azhari Nasution