logo

Pekerjaan Fisik ITF Sunter Dimulai Kuartal Pertama

Pekerjaan Fisik ITF  Sunter Dimulai Kuartal  Pertama

Proyek pengolahan sampah modern di Sunter, Jakarta Utara.
09 September 2019 20:09 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter akan dimulai pada kuartal pertama 2020.

Hal tersebut disampaikan CEO PT Jakarta Solusi Lestari, Faisal Muzakki saat audiensi dengan Pemkot Jakarta Utara, Senin (9/9/2019).

"Kami sudah mulai melakukan engineering sejak Juli lalu, untuk pengerjaan fisik baru akan dilakukan pada kuartal pertama 2020 tahun depan," ujar Faisal kepada wartawan di kantor wali kota Jakarta Utara.

Saat ini pekerja masih melakukan persiapan lahan, pembersihan sisa cor yang masih masuk dalam kategori persiapan lokasi.

"Nantinya saat puncak pengerjaannya bisa melibatkan 500-1.000 pekerja. Kami tengah berkoordinasi dengan lintas instansi untuk perizinan teknis," tuturnya.

ITF Sunter bertempat di lahan seluas 3,3 hektare. Menurut Faisal, fasilitas ini dapat mengolah 30 persen dari produksi sampah Jakarta yakni sekitar 2.200 ton.

Teknologi ITF Sunter menggunakan teknologi boiler dari Denmark dan Finlandia. Tempat pengolahan sampah ini bisa menghasilkan 35 megawatt produksi listrik saat beban puncak yang akan bekerja sama dengan PLN.

"Nilai investasi proyek ini bernilai 250 -350 juta dolar AS dengan komposisi join venture Fortum 56 persen dan Jakpro 44 persen. Setelah tiga tahun COD, direncanakan Jakpro memiliki 51 persen," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko menyebutkan pihak Jakpro sudah memfasilitasi proses relokasi dan pemulihan atau Resettlement Action Plan (RAP) bagi warga terdampak pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu atau ITF Sunter.

Lahan milik PT KAI yang sempat dihuni masyarakat ilegal kurang lebih ada 116 KK mereka sudah menyetujui untuk proses pemindahan dan pemulihan.

"Untuk waktu penyelesaian ITF sekitar tahun 2020, untuk pembicaraan tad, kami lebih mengarah pada traffic management serta hal teknis lainnya selama proses pembangunan," kata Sigit.

Editor : Yon Parjiyono