logo

Usul Bikin Film Dan Video Ditampung, Rehab Rumah Dokter Di Onrust Tunggu Lelang

Usul Bikin Film Dan Video  Ditampung, Rehab Rumah Dokter Di Onrust Tunggu Lelang

Dari kiri atas searah jarum jam. 1. Mendarat di Onrust. 2.Benteng di P. Kelor. 3. Suasana bekas RS Karantina P. Cipir. 4. Arkeolog Candrian dan Husnison saksikan paparan peserta.
08 September 2019 20:23 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Beberapa usulan kelompok peserta Wisata Sejarah Kebaharian ke Taman Arkeologi Onrust agar dibikin film dan video tentang destinasi wisata tersebut  ditampung. Sementara  perbaikan rumah dokter bekas RS Karantina Haji di pulau itu masih menunggu hasil lelang. Diharapkan  Oktober sampai Desember 2019 perbaikan bangunan bersejarah  itu dapat dilaksanakan.

Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta, Drs H Husnison Nizar mengungkapkan itu di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, usai paparan 8 kelompok peserta wisata tersebut Sabtu (7/9/2019). Wisata bahari itu berlangsung  2 hari Jumat (6/9/2019) pagi sampai Sabtu (7/9/2019) dengan menyinggahi Pulau Bidadari, Kelor, Cipir dan Pulau Onrust.

Wisata edukasi ini diikuti 100 orang termasuk panitia dan narasumber yang berangkat setelah keliling di  Museum Bahari di Jl Pasar Ikan no.1 dan mulai berlayar dari  Dermaga Marina Ancol.
Didahului permainan berkelompok dilanjutkan sholat Jumat bagi peserta pria di Pulau Bidadari, malamnya workshop dengan thema "Bagaimana Taman Arkeologi Onrust Dapat Dikembangkan."

Lebih lanjut Husnison Nizar menilai usul kelompok peserta wisata pada umumnya mengandalkan kemajuan teknologi informasi  berbasis gadget yang menjadi ciri generasi milenial.

"Dengan kegiatan ini paling tidak seorang dapat menginformasikan kepada 10 orang temannya melalui media sosial.  Dengan demikian 1.000 orang akan tahu Taman Arkeologi Onrust  dan berikutnya tertarik untuk berkunjung," katanya.
Diusulkan pula agar dibuat aplikasi bar code atau kode kotak-kotak mengenai wisata bahari tersebut. Sehingga informasinya dapat dibaca di mana saja melalui scanning bar code tersebut.
"Juga perbaikan papan informasi dan tata pamer museum kami tampung," katanya.

Mengenai benteng Martello di Pulau Kelor Husnison menyesalkan kesadaran pengunjung begitu memprihatinkan. Jelas jelas ada papan larangan naik ke benteng,  masih juga dilanggar. Bahkan sampai merusak genting di tembok benteng tersebut.

Sementara Drs H Candrian Attahiyat selaku  arkeolog menandaskan pada saatnya nanti  wisata sejarah seperti di Taman Arkeologi Onrust ini harus dibatasi pengunjungnya jangan sampai berdampak kerusakan pada objek wisata itu sendiri.

Diceritakan,  Onrust pada abad 17 sampai 18 menjadi galangan kapal. Bahkan penemu benua.Australia, Kapten James Cook tahun 1770 singgah di Batavia dan Pulau Onrust  untuk memperbaiki kapalnya, HMS Bark Endeavour hampir 3 bulan sebelum kembali ke Eropa.

Tahun 1850 dibangun benteng di Pulau Onrust, Kelor dan Bidadari untuk mempertahankan Batavia. Tetapi banyak yang hancur setelah digempur Inggeris.
Tahun 1911 -- 1933 kepulauan tersebut dijadikan RS Karantina Haji. Jamaah haji yang naik kapal laut dari Tanah Suci harus mendarat di Pulau Cipir untuk pemeriksaan kesehatan. Yang sehat diangkut menyeberang  dengan ponton ke Pulau Onrust.  Yang sakit dirawat di Cipir. Namun bila meninggal dimakamkan ke Pulau Kelor.

"Belanda takut wabah leptospirosis menular di daerah wilayah jajahannya sebab telah menandatangani konvensi internasional mengenai itu. Tetapi ternyata tak terbukti," kata Candrian.

Pada workshop di Pulau Bidadari narasumber  Andi Hakim memaparkan  pengalamannya membangkitkan kesadaran generasi muda warga Kepulauan Seribu. Ini dapat diterapkan dalam pengembangan wisata Onrust, katanya.

Koordinator wisata sejarah kebaharian Burhanuddin Aziz menjelaskan peserta kali ini bukan dari Jabodetabek saja melainnya juga dari Bandung, Yogyakarta, Semarang,  Surabaya dan Malang.

Humas Panitia Novia Pratiwi menjelaskan jumlah pendaftar semula 300 orang. Namun setelah diseleksi, hanya 100 orang yang terpilih.
"Ternyata dari jumlah itu yang  datang 80 orang. Yang lain ada yang batal dan terlambat," katanya.

Luqman Hakim seorang mahasiswa pasca sarjana UI yang berasal dari Tulungagung mengaku baru pertamakali ke Taman Arkeologi Onrust. "Mengesankan," ujarnya.

Wisata dengan kapal motor itu dari Ancol menyinggahi 4 pulau yaitu Bidadari, Kelor, Cipir dan Onrust. Di pulau pertama para peserta banyak yang menyaksikan biawak di kebon semak semak dekat benteng Martello.

Mendampingi Husnison di antaranya Kasatlak Koleksi dan Perawatan Museum Kabaharian Jakarta Eko Hartoyo, Bagian TU Rusnawati dan  Kasatpel Taman Arkeologi Onrust Agus Ariyanto. ***