logo

Jokowi: Esemka Mobil Karya Anak Bangsa, Potensial Gerakkan Roda Ekonomi

Jokowi: Esemka Mobil Karya Anak Bangsa, Potensial Gerakkan Roda Ekonomi

Foto: Facebook.
07 September 2019 14:31 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: "Dari Kalimantan pagi ini, saya ke Jawa Tengah. Tepatnya, ke Boyolali untuk meresmikan pabrik mobil Esemka milik PT Solo Manufaktur Kreasi. Saya menyambut gembira beroperasinya pabrik mencari pabrik Esemka yang semuanya bisa dapat dilakukan oleh anak bangsa," tulis Presiden Joko Widodo di akun Facebook pribadinya, Jumat (6/9/2019).

Menurut Joko Widodo (Jokowi), PT Solo Manufaktur Kreasi ini adalah perusahaan nasional yang sepenuhnya dimiliki oleh swasta. Kendati Esemka bukan mobil nasional, sebagai produk dalam negeri, tentu saja mengundang perubahan dapat memberikan efek penting bagi pergerakan ekonomi.

"Esemka akan memberikan efek berantai bagi industri pemasok otomotif lokal lainnya. Karena itulah kita semua harus mendukungnya. Apalagi produknya pun bagus, saya sudah mencobanya," tulis Jokowi pula di akun resmi Facebooknya itu yang disukai 9,5 juta pengikut.

Usai peresmian pabrik mobil Esemka, Presiden Jokowi didampingi Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto melakukan tes drive mobil produk lokal tersebut. Tampak hadir pula dalam kesempatan itu, antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Staf Khusus Presiden Diaz Hendroprijono, dan jajaran pimpinan PT Esemka. 

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, mobil Esemka adalah brand dan prinsipalnya Indonesia. Ini adalah merk kita sendiri yang sudah dirintis kurang lebih 10 tahun yang lalu oleh para teknisi, anak-anak SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

“Ada inisiator-inisiator yang dulu saya kenal ada di sini semuanya,” kata Presiden seraya mengingatkan, yang namanya membuat mobil itu tidak hanya memproduksi saja, tetapi juga bagaimana menjualnya.

“Tadi dari belakang saya lihat bagaimana mesin dan komponen-komponen lain dirakit, yang saya lihat saya senang bahwa supplier-supplier komponen yang ada banyak sekali yang berasal dari dalam negeri. Artinya, local content-nya juga sudah baik, meskipun saya tahu pasti belum sampai ke angka 80 apalagi 100%,” kata Presiden seperti dikutip dari Setkab.go.id.

Sebagai sebuah usaha pertama dalam memulai industri otomotif dengan brand dan prinsipal Indonesia, Presiden mengacungi jempol keberanian dari PT Solo Manufaktur Kreasi . “Tidak mudah, tidak gampang, masuk pasarnya ini juga tidak gampang dan tidak mudah. Tetapi kalau kita sebagai sebuah bangsa mau menghargai karya kita sendiri, brand dan prinsipal kita sendiri ini akan laku,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan, banyak yang bertanya kepada dirinya kenapa mau meresmikan pabrik Esemka ini. Menurut Presiden, karena dirinya ingin mendukung pengembangan industri otomotif nasional, mendukung merk lokal, mendukung merk nasional. “Itu saja jawabannya,” katanya menegaskan.

Presiden Jokowi meyakini, pabrik mobil Esemka ini akan memiliki efek yang berantai di belakangnya, baik pemasok, industri-industri menengah, industri-industri kecil, sampai industri rumah tangga yang berperan dalam rantai pasokan yang panjang.

Dengan demikian, lanjut Presiden, akan membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya, bukan hanya pekerja langsung yang ada di perusahaan tersebut yang mendapatkan manfaat tapi multi players effect yang besar secara umum kepada ekonomi kita, utamanya ekonomi di Kabupaten Boyolali akan sangat besar. Oleh sebab itu, tegas Presiden, kita semuanya harus mendukung.

“Saya tidak ingin maksa pada bapak ibu dan saudara-saudara semuanya untuk beli, tapi kalau lihat produknya tadi saya sudah buka, sudah coba, sudah lihat, sudah tes memang wajib kita beli barang ini. Kalau beli barang dari produk lain ya kebangetan apalagi yang impor,” tegas Presiden Jokowi.

Feeling 'Laku Keras'

Usai mencoba mobil pick-up Esemka Bima 1.200 cc dan meresmikan pabrik perusahaan itu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat melihat-lihat mobil produksi PT Esemka. Dalam kesempatan itu Jokowi sempat menanyakan harga mobil yang memiliki brand dan principal Indonesia itu.

“Tadi tanya ke manajemen harganya berapa, Pak? Rp95 juta off the road, ya murah. Feeling saya laku keras,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan.

Mobil Esemka, salah satu produk PT SMK bernama Bima versi 1.2 dan 1.3. Mobil jenis pick up atau angkutan barang ini diperkirakan memiliki harga on the road sekitar Rp 110 sampai Rp 150 juta.

Meskipun mobil yang dicobanya merupakan produksi pertama pabrik mobil di Indonesia, Presiden menilai, kualitasnya cukup baik. Kalau ada kurang-kurang sedikit, Presiden memakluminya karena  produksi pertama. Tapi secara umum, Presiden menilai, sudah sangat bagus untuk sebuah produksi pertama, baik dari sisi disain maupun yang lainnya. "Nyetirnya juga enak," ujarnya.

Mandiri

Mengenai target pasar mobil Esemka itu, Presiden mempersilakan wartawan menanyakannya kepada manajemen PT Esemka. Presiden menegaskan, tidak ada bantuan pemerintah terhadap perusahaan yang memproduksi mobil nasional itu.

“Ini akan lebih baik kalau perusahaan swasta PT SMK sebagai perusahaan swasta itu ya mandiri, berani berkompetisi, berani bersaing dengan produk-produk lain. Akan bisa survivekalau punya produksi yang baik, harganya baik ya pasti pasar akan terima, masyarakat akan beli. Tapi memang mempunyai sebuah keunggulan yaitu ini brand dan prinsipal Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, mobil yang dicobanya itu sama dengan mobil yang dulu pernah dicobanya saat masih menjadi Walikota Solo. Hanya saja jika mobil yang dulu jenis SUV, ini jenis pick-up.  “Karena memang pasarnya yang lebih besar mungkin, mungkin ya, dari manajemen sudah survei pasarnya, pasarnya yang lebih menjanjikan mungkin yang pick up sehingga didahulukan,” ungkap Presiden Jokowi.

Tagline Prabowo

Yang menarik, saat meluncurkan mobil karya anak bangsa itu, Presiden Jokowi membubuhkan tulisan tangan yang ditulis di sisi badan mobil Esemka bertuliskan "Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi".

Dari catatan Solopos.com, kalimat yang ditulis Presiden Jokowi itu mengingatkan pada semboyan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pimpinan Prabowo Subianto. Jika dibuka situs resmi Partai Gerindra, partai itu mengusung tagline "Kalau Bukan Kita Siapa Lagi? Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi?"

Sebagai makna dari tulisan tangan Presiden Jokowi itu sebagai pelecut bahwa Indonesia dapat memproduksi mobil karya anak bangsa.
Sebagai bangsa besar, Indonesia harus menunjukkan kemandirian dalam produk yang bisa dibuat di dalam negeri dan dikerjakan oleh putra-putri bangsa. ***

Editor : Pudja Rukmana