logo

Keren, Batik Kepri akan Diperkenalkan di Bajafash 2019

Keren, Batik Kepri akan Diperkenalkan di Bajafash 2019

07 September 2019 09:36 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - BATAM: Batam Jazz and Music Festival (Bajafash) 2019 akan dijadikan momentum untuk mempromosikan Batik Kepri. Bahkan, bintang tamu Marion Jola akan tampil dengan batik tersebut. Cara ini dinilai efektif. Sebab Bajafash 2019 akan melibatkan musisi asal Singapura dan Malaysia. 
 
Bajafash 2019 digelar 13-14 September. Lokasinya berada di Radisson Golf & Convention Center, Batam, Kepri. Total ada 19 performer dari 3 negara. Selain Marion Jola, performer lainnya adalah The Steve McQueen (Singapura), hingga Yuka Kharisma (Malaysia). 

 
“Posisi Bajafash 2019 sangat strategis sebagai media branding. Di satu sisi, Kepri ini banyak memiliki potensi besar seperti batiknya. Kemunculan Batik Kepri di panggung Bajafash tentu sangat spesial. Kekayaan intelektual Kepri tersebut tentu makin dekat dengan pasarnya, khususnya dari Singapura dan Malaysia,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Kamis (5/9).
 
Rencananya beragam motif Batik Kepri akan didisplay jelang akhir penampilan Marion Jola. Pemilihan Marion Jola bukan tanpa alasan. Popularitasnya sedang menanjak. Ada 4 single dan 1 album ‘Marion’ yang berisi 11 lagu.
 
“Bajafash 2019 menampilkan seluruh kekayaan dan potensi pariwisata yang dimiliki Kepri. Batik Kepri ini menjadi sesuatu yang luar biasa. Motifnya unik dan indah. Untuk itu, terus mengenalkannya kepada publik saat Marion Jola beraksi jadi opsi terbaik. Dengan begitu, milenial semakin tertarik dan menjadi konsumen tetap bagi Batik Kepri,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar.
 
Ada beragam motif yang ditawarkan Batik Kepri. Salah satu yang familiar adalah Motif Gonggong. Gonggong adalah sejenis siput laut. Biota laut tersebut banyak tersebar di perairan Kepri dengan cita rasa nikmat. Selain itu, Gonggong juga adi motif batik memikat. Warna dasarnya, cokelat, merah marun, biru, dan oranye.
 
Seiring waktu, Motif Gonggong mengalami perkembangan pesat. Ada Motif Gonggong-Gelombang, lalu kombinasi Gonggong-Kerang. Ada juga varian Motif Gonggong Brangkai hingga Awan Larat Gonggong Berkuntum. Motif Gonggong juga dikembangkan bersama karakter Ganggang. 

Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata menjelaskan, Bajafash akan membuat Batik Kepri kian popular.
 
“Bajafash akan membuat Batik Kepri semakin populer. Memperluas jangkauan marketnya melalui event Bajafash 2019 ini. Dan, Batik Kepri tentu menjadi cendera mata yang wajib dimiliki saat berkunjung ke Bajafash 2019. Ada beragam motif yang bisa dimiliki. Semuanya unik dan eksotis dengan karakternya,” jelas Ardiwinata.
 
Batik Kepri juga memiliki motif unik lainnya. Seperti motif Gelombang Laut Singapura. Motif tersebut menguatkan kekerabatan budaya dan geografis Kepri dengan Singapura. Rupanya unik dengan menggabungkan beberapa motif dan diolah sedemikian rupa hingga menyerupai gelombang laut. Menjadi perlambang bagi keindahan koneksi Melayu.
 
“Batik Kepri menjadi kekayaan tak ternilai. Wilayah Kepri juga memiliki beragam motif yang khas. Dan, wisatawan bisa mengeksplorasinya saat berkunjung langsung ke Bajafash. Kami mengundang publik Singapura dan Malaysia. Selain musiknya, mereka bisa mengeksplorasi cora unik Batik Kepri,” papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.
 
Kepri juga menawarkan Motif Awan Larat Kembang Beratur. Motif itu mencirikan warna khas Melayu Kepri. Rupanya berupa tumbuhan sulur merambat dengan daun hingga mekaran bunga. Motif tersebut biasanya identik dengan Tekat sebagai penghias Pelaminan Pengantin Melayu. Filosofinya menggambarkan kelembutan dan kearifan budi pekerti. Di situ juga ada nilai kasih sayang dan kesucian.
 
“Selalu ada experience unik dan menarik yang ditawarkan oleh Bajafash 2019. Penyelenggaraan tahun ini lebih spesial dengan kehadiran Batik Kepri. Coraknya sangat khas dengan ketinggian nilai filosofinya. Mengingat event sudah di depan mata, segera atur perjalanan menuju Batam,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto