logo

KNKT Duga Rem Truk Blong Karena ODOL Jadi Penyebab Kecelakaan Tol Cipularang

KNKT Duga Rem Truk Blong Karena ODOL  Jadi Penyebab Kecelakaan Tol Cipularang

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjonk (Foto: Antara)
07 September 2019 06:15 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menduga rem truk yang terlibat kecelakaan di Tol Cipularang mengalami blong karena kelebihan dimensi dan muatan (overdimension overloading/ODOL).

Soerjanto saat ditemui di Jakarta, Jumat (6/9/2019) menjelaskan setelah diperiksa, sistem rem ditemukan tidak ada kebocoran dan bekerja dengan baik.

“Nah kenapa remnya kok bisa blong, itu kita lagi selidiki kemungkinan nanti kita melakukan dengan metode energi kita pengaruh ‘overload’ yang diangkut itu 37 ton muatnya harusnya 12 ton ‘overload’-nya sekitar 25 ton,” katanya.

Dengan kelebihan muatan sedemikian berat, Soerjanto meyakini dapat mempengaruhi ke kemampuan rem.

“Saya yakin overload yang segitu banyak akan berpengaruh ke kemampuan rem dari truk itu,” katanya.

Kampas rem yang panas akan mengubah dari padat menjadi gas, sementara itu apabila mengangkut lebih banyak muatan, daya cengkramnya akan semakin menekan kampas dan semakin panas. Kampas semakin panas akan semakin menguap dan berkurang, hal itu diduga yang menjadikan rem blong.

“Karena daya geseknya berkurang karena panas, jadi seolah-olah seperti blong,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, truk terguling karena tidak bisa mengerem dan akhirnya banting stir karena kelebihan muatan.

“Truk yang kedua ini tahu ada mobil berhenti karena truk terguling dia berusaha ngerem namun remnya sudah memgalami panas yang berlebih sehingga juga tidak efektif sehingga menabrak mobil,” katanya.

Untuk itu, Ia sudah mengirimkan surat kepada Setneg, Kemenhub dan Kementerian BUMN agar tidak menggunakan truk ODOL untuk proyek pemerintah.

“Seharusnya kita pemerintah jadi contoh untuk proyek pembanghnan tol, pelabuhan dan bandara tidak menggunakan truk ODOL,” katanya.?

Soerjanto menyebutkan sejak 2012 sudah lebih dari 30 kecelakaan terinvestigasi yang disebabkan karena truk ODOL.

“Truk ini mau enggak mau sejak masalahnya overload, kemudian rem blong dan masuk kota yang membuat 10 meninggal. Kemenhub harus serius dengan ketentuan truk ODOL,” katanya seperti dikutip Antara.

                  Dipotong

Sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi meminta truk yang kelebihan dimensi untuk segera dilakukan normalisasi atau dipotong.

“Saya minta cepat atau lambat apa yang sudah menjadi penandaan oleh DKI itu segera dinormalisasi jadi dipotong untuk dam truck dan sejalan dengan aturan dan pada rapat hari Jumat kita lebih tegas lagi,” kata Budi saat mengunjungi perusahaan pemilik truk yang terlibat kecelakaan di Tol Cipularang, PT Jakarta Transindo Jaya di Jakarta, Kamis.

Ia juga akan mengumpulkan semua operator truk di Jakarta dan sekitarnya untuk upaya normalisasi truk tersebut.

“Dalam waktu dekat saya minta minggu depan semua operator kendaraan dam truk di Jakarta dan sekitarnya akan kita kumpulkan kemudian saya akan mencari titik temu kalau tidak langsung bisa dipotong kira-kira toleransinya bisa berapa lama. Intinya outputnya menormalisasi kan kembali mobil mobil dam truk,” katanya.

Untuk itu, Budi mengingatkan para operator untuk menggunakan mobil dan truk yang sesuai ketentuan (comply) dengan regulasi.

“Yang mau menggunakan dam truk kita harapkan gunakanlah mobil dam truk yang comply dengan regulasi kita, tidak ada tambahan dimensi kalau untuk sekarang tambahan dimensi itu 70 centimeter,” katanya.

Ia juga meminta operator truk untuk menghentikan sementara pemesanan bahan keramik di Karawang.

“Saya minta dihentikan sementara dan ternyata sudah dihentikan dan hari ini juga saya cek ke pabrik yang dia memberi order tanah untuk saya minta mulai perbaikan dan peduli terhadap keselamatan,” katanya.

Seperti diketahui, truk yang terlibat dalam kecelakaan Tol Cipularang pada Senin (2/9) lalu diduga melanggar aturan terkait kelebihan muatan dan kelebihan dimensi (overdimension overload/ ODOL).

Kecelakaan tersebut melibatkan 21 kendaraan dan menewaskan delapan jiwa dan korban luka-luka lainnya.

Kecelakaan di Tol Cipularang KM 90-100 arah Jakarta seringkali terjadi mengingat jalur yang menurun dan cekung.***