logo

Presiden Jokowi Ingatkan Sertifikat Tanah Untuk Modal Usaha Bukan Konsumtif

Presiden Jokowi Ingatkan Sertifikat Tanah Untuk Modal Usaha Bukan Konsumtif

Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada warga di Kabupaten Sukoharjo
06 September 2019 16:43 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meminta sertifikat tanah digunajan untuk kepentingan kesejahteraan keluarga. Bukan untuk hal-hal yang spekulatif, konsumtif dan membeli barang yanh tidak produktif.

Hal ini dikatakan Jokowi pada acara Penyerahan Sertifikat Untuk Rakyat di GOR Pandawa, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

"Di seluruh Indonesia harusnya ada 126 juta sertifikat yang diterima tapi tahun 2015 baru 46 juta, masih kurang 80 juta. Padahal tiap tahun menerbitkan 500 ribu hingga 600 ribu sertifikat, jadi kalau mau selesai harus tunggu 160 tahun lagi," kata Jokowi di hadapan 3.000 warga penerima sertifikat.

Akibatnya, banyak terjadi konflik sengketa lahan, sengketa tanah di Indonesia. Kasus semacam itu menurut Jokowi tidak hanya terjadi di Pulau Jawa saja tapi juga di luar Pulau Jawa.

"Ini tidak boleh dibiarkan, saya tidak mau hanya 500 ribu saja tapi harua ditingkatkan. Tahun 2017 saya minta 5 juta sertifikat ternyata bisa 5,3 juta," katanya lagi.

Tahun berikutnya ditambah lagi targetnya menjadi 7 juta dan tahun 2019 meningkat lagi menjadi 9 juta. Di Provinsi Jawa Tengah dari 21 juta baru 12 juta lahan bersertifikat.

"Tahun 2024 semua harus selesai. Sukoharjo mendahului semua selesai tahun depan. Ini yang janji bukan saya tapi menteri BPN (Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN)," jelasnya.

Jokowi menyebut, bekerja untuk melayani rakyat harus ada target dan angka. Untuk mengurus seluruh Indonesia dinilainya tidak mudah. Tidak ada negara lain yang sesulit dan sekompleks Indonesia yang memiliki 17 ribu pulau.

"Kalau kepala dinas tidak penuhi target bisa dicopot bupati, kalau di tingkat provinsi bisa dicopot gubernur, kalau di menteri tidak penuhi target 9 juta ya sami mawon (sama saja). Memang lelah karena mengurus negara tidak mudah," ujarnya.

Kepada penerima sertifikat, Presiden Jokowi berpesan agar sertifikat bisa digunakan sebaik-baiknya. Bisa dijadikan agunan untuk modal usaha dan tidak digunakan untuk membeli barang non produktif yang bersifat pamer. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengajak dialog tiga penerima sertifikat.

"Saya mau menyekolahkan (menggadaikan ke bank) sertifikat untuk pinjaman uang buat bayar sekolah anak. Mau pinjam Rp500 ribu buat sekolah anak," ujar Sumadi, warga Kecamatan Bulu saat dialog dengan Jokowi.

Lain lagi dengan Sukiyem (74), dirinya mengaku sertifikat tanahnya telah diberikan untuk anak-anaknya.

"Anak saya tujuh, saya sudah tua jadi diberikan ke anak-anak," kata Sukiyem yang langsung diberi sepeda oleh Jokowi setelah membaca Pancasila itu.

Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil pada kesempatan sama mengatakan seluruh lahan tanah di Kabupaten Sukoharjo, tahun depan akan tersertifikasi semua.

"Hari ini diberikan sertifikat tanah kepada 3.000 warga di Kabupaten Sukoharjo," ujar Sofyan.

Sedangkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin berharap selain sertifikat untuk tanah, sertifikat untuk tempat ibadah juga diberikan. Sebab untuk di Jawa Tengah, sertifikat tempat ibadah belum dibagikan. Menurut Taj Yasin, tempat ibadah sering dijadikan konflik terutama dari tanah wakaf. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto