logo

Dinkes Klaim Penurunan Kasus HIV Di Bekasi

Dinkes Klaim Penurunan Kasus HIV Di Bekasi

dr Siti Nurliah, Kasie Pencegahan, Pengendalian dan Penyakit (P2P) menular Dinas Kesehatan Kota Bekasi. (Foto: Dharma/suarakarya.id)..
05 September 2019 08:43 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - BEKASI : Berbagai upaya pencegahan penularan HIV (Human Imunodeficiency Virus) gencar dilakukan. Hasilnya seperti tampak di Kota Bekasi, terjadi penurunan kasus baru dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu diungkap oleh dr Siti Nurliah, Kasie Pencegahan, Pengendalian dan Penyakit (P2P) menular Dinas Kesehatan Kota Bekasi, di ruang kerjanya, Kamis (5/9/2019).

"Tahun 2017 ada 554 kasus. Tahun 2018 turun menjadi 360 kasus, dan bulan Januari hingga Juli 2019 kasus HIV terjaring sebanyak 145 kasus," kata dr Siti.

Terjaringnya kasus HIV ini melalui kegiatan test HIV yang dilakukan oleh Fasyankesdi Kota Bekasi diantaranya 42 Puskesmas, 8 Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta.

"Penjaringan terbanyak yakni kegiatan test HIV melalui kegiatan mobile VCT yang dilakukan Puskesmas se Kota Bekasi yang dibantu LSM penjangkau seperti Gaya Patriot Bekasi, Grafiks Bekasi, dan Rumah Sebaya ke lokasi-lokasi populasi resiko tinggi seperti tempat hiburan malam, karoke, panti pijat dan lainnya," kata dr Siti.

Namun Dinas Kesehatan masih mengalami kesulitan terkait input data pada kasus AIDS yang dilaporkan oleh sejumlah rumah sakit.

"Kadang ada rumah sakit yang tidak melapor. Karena itu, kita memang sedang mengingatkan dan membina rumah sakit juga memperluas layanan agar meraka melapor," kata Plh Kabid P2P ini.

Ia merinci kasus AIDS di tahun 2017 sebanyak 15 kasus dibandingkan tahun 2018 mencapai tujuh kasus.

"Di bulan Januari 2019 ini belum ada laporannya," kata dr Siti.

Dalam pencegahan penularan HIV, Dinas Kesehatan Kota Bekasi terus berupaya menanggulanginya dengan cara minum obat. Karena target pemerintah dari 90 persennya mau minum obat.

Sementara itu, Infeksi Menular Seksual (IMS) di tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 75 kasus dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 185 kasus. Sedangkan data Januari hingga Juli 2019 ada sebanyak 59 kasus yang terlapor. ***

Editor : B Sadono Priyo