logo

Kerusuhan Papua Meluas, ETOS: Intelegent Kita Lemah

Kerusuhan Papua Meluas, ETOS: Intelegent Kita Lemah

Direktur Eksekutif Lembaga Survey ETOS Institute Iskandarsyah.
04 September 2019 12:59 WIB
Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Beberapa waktu lalu kerusuhan  terjadi di Ibukota Papua Barat, Manokwari. Akibatnya kerusuhan itu lalu merambat ke wilayah Papua lainnya menjadi sorotan publik. Banyak pihak yang menanyakan, benarkah ada konspiransi dibalik kejadian ini?

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah berpendapatnya,  peristiwa ini bukan masalah yang bisa di anggap sepele atau mudah, ini banyak kepentingan dibalik peristiwa ini.

"Barang ini ada yang punya, ada sumbunya yang berhasil diledakkan disini, Presiden harus jeli melihat ini semua. Harus kita semua akui lemahnya Intelgent negara ini, ini persoalan anak bangsa yang serius, barang yang sudah dijahit rapat oleh pak Jokowi mulai diacak-acak lagi," ujar Iskandarsyah, dikawasan Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).

Iskandar melanjutkan, peristiwa kerusuhan papua ada yang menungganginya. Lebih jelas, ia menyebut bahwa ada pihak yang senang dan beruntung dengan adanya kejadian tersebut.

"Kalau saya ditanya kelompok mana yang sangat diuntungkan, saya katakan ini barang ada yang punya dan pastinya yang punya sangat beruntung atas peristiwa ini, terus siapa kira-kira yang diuntungkan atas peristiwa ini? ya silahkan publik menilai sendiri, saya berucap nanti yang saya sebut malah marah," ucap Iskandar sambil tertawa.

Iskandar mengatakan, sangat paham culture masyarakat disana, mereka sangat toleransi soal beragama, mereka berselisih sekitaran masalah suku, dan barang ini sudah dipantau dan siap diledakkan.

"Kalau barang ini sudah banyak untungnya nanti juga adem sendiri. Peristiwa demi peristiwa jangan dikorelasikan dari kejadian-kejadian sebelumnya, termasuk ada beberapa kelompok yang membawa bendera bintang kejora, itu hanya bumbu-bumbu saja," ujar Iskandar.

"Intinya pemerintah dalam hal ini pak Jokowi selaku pimpinan tertinggi negeri ini harus tanggap dan jeli, kalau mainan ini ada yang punya, kalau barang ini juga lemahnya Intelgent negara kita, harus diakui itu," kata Iskandsyah menambahkan.