logo

Menpar: Dodol Aja Piknik  

Menpar: Dodol Aja Piknik  

03 September 2019 11:44 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - GARUT: Dodol Garut bakal semakin mendunia. Sebab, Dodol Picnic Garut kini menjadi co-branding bagi Wonderful Indonesia. Tanda khusus pun telah diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar Terbaik ASEAN tersebut menyebutnya sebagai ‘Dodol Aja Piknik’.
 
‘Dodol Aja Piknik’ menjadi kata kenangan Menpar di atas kotak Dodol Picnic Garut, Senin (2/9). Kata jenaka tersebut menjadi apresiasi Menpar pada Dodol Picnic Garut. Sebab telah mencetak logo Wonderful Indonesia. Mereka juga menampilkan beragam gambar destinasi wisata di Garut pada seluruh kemasannya. 
 
Penulisan tanda mata ‘Dodol Aja Piknik’ dilakukan di dalam Launching Pasar Wisata Digital di Candi Cangkuang, Kampung Pulo, Leles, Garut, Jawa Barat. 

Owner PT Herlinah Cipta Pratama Ato Hermanto mengatakan, bergabungnya Dodol Picnic Classic sebagai co-brading Wonderful Indonesia jadi kehormatan. 
 
“Alhamdulillah, terima kasih. Sebab, Dodol Picnic Classic diizinkan bergabung menjadi co-branding Wonderful Indonesia. Kesempatan ini luar biasa, apalagi Menpar berkenan memberikan tanda mata bagi produk kami. Menjadi co-branding Wonderful Indonesia tentu membanggakan karena memiliki nama besar di dunia,” kata Ato.
 
Bergabungnya Dodol Picnic sebagai mitra co-branding Wonderful Indonesia tentu memberikan impact positif. Brand Garut sebagai destinasi wisata akan terus terkatrol. Sebab, Swiss van Java memiliki Top of Mind seperti Dodol Garut, Domba Garut, dan AsGar (Tukang Cuur Rambut). Ato menambahkan, co-branding Wonderful Indonesia menjadi motivasi menghasikan banyak karya kreatif.
 
“Memakai label Wonderful Indonesia, Dodol Garut kini semakin dipercaya oleh publik. Hal ini juga jadi motivasi bagi kami untuk terus menghasilkan produk-produk terbaik. Kami juga tertantang untuk bisa menghasilkan banyak karya kreatif untuk memajukan pariwisata Garut,” lanjut Ato lagi.
 
Dodol Picnic seolah berjodoh di Garut. Sebab, Garut memiliki bahan baku melimpah. Untuk menghasikan dodol yang legit, dibutuhkan bahan baku beras ketan, gula aren, dan kelapa berkualitas. 

Kadisparbud Garut Budi Gan Gan menerangkan, Dodol Picnic menjadi ikon baru bagi pariwisata Garut.
 
“Menjadi co-branding Wonderful Indonesia jadi keuntungan. Dodol Picnic jadi ikon baru bagi pariwisata Garut. Cita rasanya nikmat dan khas. Pokoknya, publik harus mencobanya. Dodol ini harus menjadi oleh-oleh bila berkunjung ke Garut. Sebab, bahan bakunya itu terbaik sehingga produk yang dihasilkan berkualitas,” terang Gan Gan.
 
Bukan hanya bahan baku, Dodol Picnic Garut terus menjaga cita rasa otentiknya. Resep warisan leluhur ini terus dilestarikannya. Mengacu sejarahnya, produk Dodol Garut kali pertama diproduksi tahun 1920. Saat masa kolonial Belanda. Dodol sudah diproduksi masyarakat dalam skala rumahan. 

Menurut Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Dodol Picnic adalah kuliner Garut yang sangat melegenda.

“Dodol Picnic sudah sangat melegenda. Pemasarannya juga luas. Menjangkau banyak daerah di Indonesia. Dengan kerjasama ini, Dodol Picnic akan menjadi oleh-oleh paling diburu di Garut. Saya optimis kerjasama ini akan berdampak positif buat Dodol Picnic dan Garut. Karena akan saling menguntungkan,” paparnya.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, Dodol Picnic bertambah populer.
 
“Kami gembira karena banyak produk unggulan daerah yang bergabung sebagai member Wonderful Indonesia. Dodol Picnic ini pasti akan semakin populer. Harapannya, marketnya semakin luas dan ada banyak value secara ekonomi yang didapat. Kami berharap, akan ada produk daerah lainnya yang bisa menjadi co-branding dengan Wonderful Indonesia,” jelas Rizki.
 
Seiring waktu, industri dodol Garut Swiss van Java pun berkembang. Ekspansi pasar dodol Garut pun meluas pada tahun 1950-an. Kota Bandung dipilih sebagai market utama waktu itu. Secara geografis, Bandung dekan dengan Garut. Adapun, label Picnic diberikan karena dodol ini dipasarkan sebuah toko kelontong besar di Bandung pada masanya.
 
Toko grosir kelontong besar tersebut bernama ‘Picnic’. Toko tersebut terkenal sebagai penyalur logistis impor, seperti cokelat, susu, dan keju. Produk-produk tersebut diperuntukan bagi kalangan ekspatriat plus kaum bangsawan lokal. 

Manpar Arief Yahya mengungkapkan, daya tawar pariwisata Garut makin naik dengan posisi Dodol Picnic sebagai co-branding Wonderful Indonesia.
 
“Apapun produknya bisa menjadi co-branding Wonderful Indonesia. Kini daya tawar pariwisata Garut akan terus naik. Sebab, ada pengakuan kualitas Wonderful Indonesia dari produk wisata Garut melalui Dodol Picnic tersebut. Pasti ada banyak keuntungan, termasuk naiknya popularitas beragam destinasi di Garut. Dodol Aja Piknik, apalagi kita. Mari berkunjung ke Garut,” tutup Menpar.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto