logo

Soal Kabinet, Jokowi Kembali Tegaskan: Hak Prerogatif Presiden

Soal Kabinet, Jokowi Kembali Tegaskan: Hak Prerogatif Presiden

Foto: Facebook.
03 September 2019 06:10 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sering ditanya soal kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak untuk bersabar. Menurut Jokowi, pihaknya masih menunggu waktu yang pas untuk mengumumkannya.

"Pak, siapa sih nanti menteri-menterinya? Siapa jadi menteri A? Lalu, Pak/Ibu B masuk ke kabinet nggak? Itulah pertanyaan yang datang  saya hari-hari ini. Tiap hari, menuju ke tanggal 20 Oktober. Yang ditanyakan itu-itu saja," kata Presiden Jokowi di akun Facebook pribadinya, Presiden Joko Widodo, Senin (2/9/2019).

"Pertama, saya sampaikan: harap bersabar. Tunggu waktunya pasti akan kita umumkan. Kedua, seperti sering saya sampaikan: konstitusi kita mengatakan bahwa itu adalah hak prerogatif presiden. 

Jadi jangan ada yang ikut campur. Usul boleh. Bisik-bisik juga boleh. Tapi ya, sekali lagi, keputusan di tangan saya. Penyusunan kabinet adalah kewenangan Presiden. Hak prerogatif Presiden," kata Presiden Jokowi pula di akun Facebook Presiden Joko Widodo yang disukai 9,5 juta netizen ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Konferensi Hukum Tata Negara (HTN)  ke-6 Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/9/2019) siang.

“Dan, yang sering saya sampaikan setiap saat ada pertanyaan itu saya sampaikan, konstitusi kita mengatakan bahwa itu adalah hak prerogatif presiden. Jadi, jangan ada yang ikut campur,” ujar Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan hadirin seperti dilansir Setkab.go.id

Presiden menegaskan, usul boleh. "Usul boleh, bisik-bisik juga boleh. Tapi seperti tadi yang (disampaikan) Prof Mahfud MD yang hadir dalam acara tersebut, bahwa (pembentukan kabinet) adalah kewenangan presiden, hak prerogarif presiden," ucapnya pula

Tampak hadir dalam acara itu Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila Mahfud MD, dan Ketua Pelaksana Konferensi Hukum Tata Negara ke-6 Tahun 2019 Bivitri Susanti.

Profesional Dominan

Sebelumnya Presiden Jokowi menegaskan dirinya memiliki hak prerogatif penuh dalam menyusun dan memilih nama-nama calon menteri untuk periode kedua kepemimpinannya yang akan dilantik 20 Oktober 2019 mendatang.

“Kabinet itu adalah hak prerogatif Presiden. Menteri itu adalah pembantu (Presiden, red),” tegas Presiden Jokowi menjawab wartawan usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-58 Tahun 2019, di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2019).

Tetapi parpol kan banyak yang meminta Pak?  “Ya saya sampaikan tadi. Masa saya ulang-ulang terus sih,” ucapnya pula.

Mengenai kapan kabinet diumumkan, menurut Presiden, kalau melihat masyarakat menunggu, pasar juga menanti, sebetulnya semakin cepat diumumkan semakin baik. Meski demikian, Presiden akan melihat momentumnya, mendesak atau tidak mendesak kebutuhan itu.

"Bisa diumumkan kapan saja," kata Jokowi di sela-sela makan siang bersama Pemimpin Redaksi media massa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (14/8/2019) seperti dikutip dari Gatra.com.

Sedangkan mengenai komposisi menteri pada kabinet mendatang, Presiden Jokowi memberikan gambaran, akan didominasi kaum profesional. Persentasenya sekitar 55% profesional sementara yang berlatar belakang partai politik sekitar 45%. 

Dari segi usia, Presiden tidak memungkiri jika pada kabinet mendatang akan ada yang berusia muda, berumur antara 25-35 tahun. “Ya ada yang umur-umur itu betul, yang muda, yang setengah muda, campur lah, ada yang setengah tua ada juga,” ungkapnya.

Presiden Jokowi juga mengisyaratkan kemungkinan adanya perubahan nomenklatur kementerian, dimana ada yang merupakan gabungan kementerian/lembaga, dan juga ada yang muncul baru.

Saat wartawan mendesak apakah yang dimaksud Kementerian Investasi? “Nanti kalau sudah waktunya tahu semua jangan nebak-nebak,” kata Presiden kepada wartawan. ***

Editor : Pudja Rukmana