logo

Rumah Si Pitung Diperbaiki, Pengunjung Tetap Ramai

Rumah Si Pitung Diperbaiki, Pengunjung Tetap Ramai

03 September 2019 05:44 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Rumah Si Pitung di Situs Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, sejak Senin (26/8/2019) sedang dilakukan perbaikan. Namun pengunjung destinasi wisata pesisir Jakarta itu tidak menyusut. Terakhir hari Minggu (1/9/2019) pengunjungnya mencapai 302 orang. 

Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel)  Rumah Si Pitung, Jonlan Purba SE, MSi di kantornya, Minggu (1/9/2019) sore.

"Itu tadi catatan jam 15.00. Kelihatannya angka itu masih akan  bertambah sampai jam 16.00 nanti," ujar Jonlan Purba lagi.  Mendampingi saat itu pemandu wisata setempat, Damra Hamka.

 Data di UP Museum Kebaharian Jakarta menunjukkan jumlah pengunjung Rumah Si Pitung selama Agustus 2019 ada 2.397 yang berarti rata-rata perhari 89 orang. Jadi pengunjung hari Minggu itu 3 kali lipat dari rata-rata perhari.

Terlihat tangga naik maupun tangga turun Rumah Si Pitung sudah diganti kayu jati yang baru dengan plamir putih.  Begitu juga dinding belakang dan lantai  maupun beberapa tiang rumah panggung yang lapuk itu sudah diganti kayu baru..Yang tampak dikerjakan saat itu tangga di cafe dan aula serta bagian bangunan kantor dan toilet  yang kayunya sudah rusak atau lapuk.

Beberapa tukang kayu asyik  bekerja. Ketika Kasatpel  Jonlan Purba maupun pemandu wisata  Damra bertanya kepada seorang tukang berapa lama pekerjaan rehabilitasi Rumah Si Pitung tersebut tidak dijawab dengan pasti. "Mungkin satu bulan," katanya. Sebab kayu jati yang sudah disiapkan ada 5 m3 lebih.

Sebelumnya Kepala Unit Museum Kebaharian Drs H Husnison Nizar mengatakan pekerjaan rehabilitasi Rumah Si Pitung tidak memerlukan penutupan destinasi wisata tersebut. "Orang tetap dapat berkunjung," kata Husnison. 

Rehab tersebut dibutuhkan karena ada beberapa bagian bangunan cagar budaya itu rusak atau lapuk. Pasalnya bangunan kayu itu memang dari abad ke 19 atau tahun 1800-an.  Sejak tahun 2010 saat ditinggikan landasan nya sekitar 1 meter, hingga kemarin  belum pernah diperbaiki secara menyeluruh. Menurut Husnison saat ini sudah disiapkan  5 m3 kayu jati. 

Mengenai Rumah Si Pitung, dijelaskan Damra  menurut sejarah  dibangun tahun 1800-an oleh  saudagar asal Bugis yaitu  H Syafiuddin yang beli tanah Marunda Pulo.  Rumah panggung berarsitektur Bugis itu dari kayu ulin yang tahan air. Pada zaman itu Si Pitung jagoan yang dijuluki Robinhood Betawi dari Rawabelong itu bersembunyi di rumah tersebut dari kejaran Belanda. 

Setelah kemerdekaan bangunan itu ditemukan Gubernur DKI Jakarta tahun 1972 dan dilestarikan sebagai bangunan  cagar budaya.

 "Rumah panggung itu  mulai  terkenal setelah ada film Si Pitung yang dilakukan shooting di tempat itu dengan bintang film Dicky Zulkarnaen," kata Damra.

Hari Minggu kemarin itu banyak pengunjung yang naik ke Rumah Si Pitung dan melihat koleksi lemari, meja kursi, ranjang berkelambu dan peralatan dapur. 

Pada buku tamu tertulis nama pengunjung dan asalnya antara lain dari Tangerang, Bekasi, Jakarta Timur, Semarang dan Malang. 

Yang unik ada lukisan milik isteri budayawan Betawi Ridwan Saidi berjudul Pengantin Musiman karya S.Sudjojono. ***