logo

PWI Pusat Dukung Kedubes Korea Selatan Selenggarakan Kegiatan "TeKo Nang Jawa"

PWI Pusat Dukung Kedubes Korea  Selatan Selenggarakan Kegiatan

Foto bawah kiri: Duta Besar Korsel Kim Chang-beom. (bisniswisata.co.id/Istimewa)
02 September 2019 19:41 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA : Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) menegaskan mendukung penuh Kedutaan Besar Republik Korea atau dikenal dengan nama Korea Selatan yang menyelenggarakan kegiatan "Teko Nang Jawa" atau Teman Korea Jawa, sebuah proyek diplomasi publik.

Dukungan itu ditegaskan  Atal Depari, Ketua Umum PWI Atal S Depari di Jakarta, Senin (2/9/2019).

”Melalui proyek ini, Kedutaan Besar Republik Korea berharap dapat mengimplentasikan gagasannya, yakni menelusuri seluruh penjuru daerah di Indonesia dipimpin oleh Duta Besar Kim Chang-beom,” kata Atal.

Proyek ini melakukan perjalanan darat sekitar 1.000 km dari Jakarta-Surabaya ini merupakan diplomasi publik melakukan perjalanan darat sekitar 1.000 km dari Jakarta sampai Surabaya menggunakan bus tour untuk mempromosikan kebudayaan Korea.

Di dalam bus yang dinaiki Duta Besar Kim Chang-beom  ditempeli poster-poster yang mempromosikan KTT Peringatan ke-30 Hubungan KOREA-ASEAN, Pariwisata Korea, dan K-Food. Dengan bus tur ini, delegasi Teko akan menelusuri kota Jakarta selama 2 hari, yaitu 31 Agustus dan 1 September 2019 dilanjutkan peluncuran program di Lotte Mart.

Kemudian, delegasi melanjutkan tur ke kota-kota lainnya melalui Tol Trans Jawa selama 6 hari pada 2 September hingga 7 September yang berakhir di kota Surabaya Galaxy Mall, West Atrium dengan acara TeKo Nang Jawa K-Food & Taekwondo.

Dubes Korsel untuk Indonesia Kim Chang-beom dalam jumpa pers di Lotte Mart, mengatakan dibukanya tol Trans Jawa memudahkan untuk mempromosikan budaya Korsel ke kota-kota di Pulau Jawa.

“Kami juga memperkenalkan budaya Indonesia ke Korsel. Program ini  memang digunakan untuk mendekatkan budaya Korsel dan Indonesia. Lagi pula selama ini warga Korsel hanya familiar dengan kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali,” ujarnya 

Brebes dipilih karena kota ini merupakan gerbang masuk ke Jawa Tengah. Di Brebes juga banyak perusahaan Korsel yang memperkerjakan lebih dari 5.000 warga Indonesia. Sebelumnya Cirebon, Jawa Barat menjadi kota pertama yang dikunjungi delegasi Teko dalam perjalanannya. 

Selain itu berbagai kegiatan bertemakan Korea dapat ditemukan dalam acara diplomasi ini yang diluncurkan Kedutaan Besar Republik Korea menjelang periode kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo Republik Indonesia dan perhelatan ‘KTT Peringatan ke-30 Kerjasama KOREA-ASEAN’ pada November 2019.

Tidak lupa juga, Kedutaan Besar Republik Korea akan menyajikan makanan Korea seperti Teokbokki (olahan beras dengan saus pedas manis), eomuk semancam baso ikan Korea dan lain-lain dalam Food Truck bekerja sama dengan asosasi industri makanan Korea.

“Kedutan Besar  Republik Korea juga akan memperluas kerja sama antar masyarakat dan mempererat hubungan kerja sama kedua negara khususnya dengan kota-kota besar di Pulau Jawa,” kata Kim Chang-beom seperti dikutip bisniswisata.co.id.

Teko Nang Jawa memiliki arti istimewa karena masyarakat di kota-kota tersebut akan ikut serta dalam berbagai acara kebudayaan Korea di tempat tinggal mereka seperti yang sering dilakukan di Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

Mulai dari masakan Korea hingga informasi pariwisata mereka peroleh dari program tersebut. Tentunya, masyarakat luas di Pulau Jawa akan lebih mengenali Negeri Ginseng. Sementara seorang Youtuber asal Korea yang fasih berbahasa Jawa Jang Hansol (Korea Reomit) dilibatkan di dalam proyek ini.

Hansol akan merekam V-lognya selama perjalanan ini sehingga dapat menarik lebih banyak perhatian dari berbagai lapisan masyarakat termasuk generasi milenialnya.

Sebelum keberangkatannya, Kedutaan Besar Republik Korea membuka kontes Instagram dan Facebook dengan tagar #TeKoNangJawa,#TemanKoreaNangJawa, #loveTeKoNangJawa. Para warganet diajak untuk memposting di akunnya sendiri dengan tagar tersebut dan juga tagging @koremb.idn ataupun tagging @ke lembaga-lembaga Korea lainnya yang ikut serta dalam proyek ini. ***

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto