logo

Investor Yang Berinvestasi Di Kabupaten Sorong Harus Tanamkan Konsep CSR

Investor Yang Berinvestasi Di Kabupaten Sorong Harus Tanamkan Konsep CSR

Bupati Sorong,Dr Johny Kamuru, SH,M.Si
02 September 2019 18:15 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS:Bupati Kabupaten Sorong, Dr Johny Kamuru, mengatakan, para investor yang berinvestasi di  daerah ini, harus  benar-benar menanamkan Konsep corporate social responsibility (CSR).

Tidak  sampai hanya pada bantuan normatifnya saja, tapi lebih dari itu harus diberikan perusahaan kepada warga lokal bantuan  jangka panjang .

Dikatakan Bupati Kamuru, CSR  ini merupakan bentuk dari sebuah tanggung jawab perusahaan di Kabupaten Sorong,  terhadap dampak yang dihasilkan dari keputusan dan aktivitas. Baik, itu dampak negatif mau pun positif karena  CSR perlu menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat di sekitar aktifitas perusahaan yang beroperasi di daerah ini (Sorong,Red).

.Dikatakannya, sebelum masuk dalam tahap menentukan bentuk bantuan yang ingin diberikan, perusa- haan perlu menelisik kebutuhan masyarakat  yang mesti terpenuhi.

 Hal ini mengingat CSR bukan hanya ajang bantuan semata, melainkan juga pemenuhan kebutuhan yang seringkali belum didapatkan karena beberapa sebab.

Tanggung jawab sosial kepada masyarakat  sekitar perusahaan , menurut Dr Johny Kamuru, tidak serta-merta menuntun penerima bantuan bergerak mandiri. Tapi, perlu ada jenjang pemenuhan untuk melihat kebutuhan yang paling mendesak.

Kebutuhan mendesak ini sering kali tertuang dengan pemberian bantuan berupa materi yang langsung digunakan.

Menurutnya, selama ini di Kabupaten Sorong, CSR itu merupakan bentuk tanggung jawab atas dasar yang diakibatkan oleh keputusan dan aktivitas perusahaan. Karena itu, misalnya untuk masyarakat sekitar perusahaan, bantuan yang paling terasa sering kali berupa sesuatu yang dapat langsung diman- faat kan.

“Ke depan tidak senormatif seperti itu, tapi pemberian CSR , ini  harus ada perkembangan yang lebih mengarah untuk memberikan kemandirian bagi penerima bantuan,”katanya.

Dia menjelaskan, bantuan yang berefek pada jangka panjang dan membuat seseorang lebih mandiri, menjadi sasaran utama yang perlu diperhatikan.

Bukan hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek yang justru membuat individu semakin bergantung. Perlu ada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan, bukan hanya mela kukan kegiatan sosial tanpa melihat keadaan.

Memang, menurut dia, pada tahap awal implementasi program untuk menumbuhkan kemandirian atau berjangka panjang sering kali dengan modal besar. Akan tetapi, itu bisa tertutupi pada tahapan selanjutnya.

Dikatakan, bila investor  bekerja  baik  sesuai  janji-janinya,  maka  pada akhirnya akan membuat untung perusahaan itu sendiri, baik di mata masyarakat maupun tingkat lebih tinggi, seperti bursa saham

"Bagi perusahaan-perusahaan  yang berinvestasi di Kabupaten Sorong, diingatkan bahwa  ini semata-mata bukan sebuah beban. Memang tentu saja ada investasi di depan, tapi setelah itu investasi itu akan terbayar," katanya, ketika  berbicara di depan  peserta  rapat Pemda, Masyarakat dan Tiga Investor tersebut, yaitu PT Arafura Seafood, PT Petro Ocean dan PT Bahana Shipyard di Kantor Bapeda Kabupaten Sorong, Senin (2/9/2019).

Terkait tenaga kerja, Bupati Kamuru, menjelaskan, memang sesuai UU Otsus Papua, bahwa diutamakan adalah putra-putri asli Papua dalam hal rekrutmen tenaga kerja.

“Jadi, dalam hal tenaga kerja diutamakan putra pemilik hak ulaya,t baru kemudian tenaga kerja lainnya yang tak dimiliki oleh warga lokal. Selanjutnya, mengenai tenaga ahli boleh diambil dari luar tapi perlu juga  warga lokal mendapat transfer ilmunya sehingga  tenaga kerja  lokal bisa menjadi pemimpin di tanah sendiri,”ujarnya. ***

Editor : Yon Parjiyono