logo

Ada Menpar Dan Tyas Mirasih Di Launching Pasar Digital Cangkuang

Ada Menpar Dan Tyas Mirasih Di Launching Pasar Digital Cangkuang

02 September 2019 09:27 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - GARUT: Sebentar lagi Garut akan punya Pasar Wisata Digital lagi. Tempatnya di sekitar Situ dan Candi Cangkuang. Peluncuran Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang akan dihadiri Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan endorser Tyas Mirasih Soedjono pada 2 September 2019. 

"Saya jadi penasaran seperti apa sih tempat wisata budaya disulap jadi tempat wisata kekinian. Yuk kita lihat bareng nanti pas launching-nya 2 September 2019," ajak Tyas Mirasih, Minggu (1/9).

Benar adanya, Wisata Digital Cangkuang nanti bakal diminati kaum milenial. Tempat ini dikonsep memadukan antara budaya dan spot-spot foto menarik.

Menteri Pariwisata Arief mengatakan, Wisata Digital Cangkuang sejalan dengan konsep yang tengah digaungkan Kemenpar. Menurutnya, destinasi digital menjadi konsep terbaik menjaring wisatawan saat ini. Demand trend saat ini lebih dikuasai oleh generasi millenial.

"Siapa yang menguasai generasi millenial, dialah yang berpotensi 'winning the future market'. Millennials itu selalu digital, mobile, interactive. mereka selalu ingin tampil berbeda. Jumlahnya mencapai 50% dari jumlah wisman yang inbound ke Indonesia. Dan konsep yang mereka butuhkan ada di destinasi digital," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar pun yakin, dengan destinasi digital, langkah percepatan pembangunan pariwisata Garut akan makin cepat. 

"Semakin digital semakin global. Semakin digital semakin mempercepat laju pariwisata di Garut," tambah Menpar Arief Yahya.

Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa menjelaskan, destinasi ini secara tampilan memang seperti pasar tradisional. Namun dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi destinasi wisata digital, yakni dengan memamerkannya melalui foto dan video di media sosial. 

"Semua ditata rapi, bersih dan instagramable. Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang menjadi langkah pasti bagi Garut untuk mendorong sektor pariwisata," kata Rizki.

Rizki mengungkapkan, Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang sendiri merupakan pasar ketiga yang diluncurkan di Garut. Di bulan Agustus ini sudah meluncurkan dua Pasar Wisata Digital, yaitu Pasar Wisata Digital Situ Bagendit dan Dayeuh Manggung. 

"Dua pasar sebelumnya ini telah sukses berjalan. Kami optimistis pasar digital ketiga ini tidak kalah suksesnya," ujar Rizki.

Rizki menambahkan, pada acara peluncuran Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang nanti, akan ada deretan atraksi yang memukau. Seperti Seni Rudat, Prosesi Adat Kampung Pulo, Rampak Kohkol, Rampak Kendang, Pertunjukan Arumba, hingga lawak dan pertunjukan musik millenial. 

Soal kuliner pun tak ketinggalan. Wisatawan dapat berburu bermacam kuliner khas Garut. Salah satunya, nasi liwet domba Garut yang sudah pasti akan ada. Baroyot dan Gayodot hingga kopi Garut juga tak ketinggalan disiapkan.

“Mudah-mudahan dengan digelarnya pasar digital wisata nanti apalagi akan dihadiri Bapak Arief Yahya Mentri Pariwisata RI dan artis Tyas Mirasih, obyek wisata yang ada di Garut termasuk Obyek Wisata Alam Situ dan Candi Cangkuang menjadi destinasi wisata yang dikenal sehingga menjadi tujuan wisata baik lokal maupun luar,” pungkasnya.

Bupati Garut Rudy Gunawan Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang merupakan pasar ke tiga yang diluncurkan Garut. Dimana dua pasar lainnya sukses berjalan.

"Di bulan Agustus kita sudah meluncurkan dua Pasar Wisata Digital, yaitu Pasar Wisata Digital Situ Bagendit dan Dayeuh Manggung. Dengan digital akan semakin mudah kami mempromosikan pariwisata Garut," kata Rudy.

Bupati Rudy pun menjamin cara peluncuran Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang bakal meriah. Dengan diselenggarakannya acara pasar digital, akan membawa dampak positif bagi kemajuan pariwisata di Situ dan Candi Cangkuang.

"Pokoknya bakal seru dan keren. Spot selfienya juga ada. Makanya jangan sampai tidak hadir di peluncuran Pasar Wisata Digital di Candi Cangkuang. Ini bukan sekedar pasar biasa. Pasar millenial dengan konsep kekinian," ujar Rudy.

Sementara, Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah meyakini jika pola yang dilakukan Garut sangat tepat. Karena jelas sebuah destinasi akan cepat terkenal jika dipromosikan dengan masif melalui media saluran digital.

"Pasar Wisata Digital ini bukan pasar biasa. Sebuah pasar yang dirancang khusus untuk generasi millenial. Karenanya, tampilannya bakal berbeda," kata Ferdiansyah.

Ferdiansyah setuju sekali bila sebuah destinasi wisata dikonsep untuk kalangan millennial. Dengan adanya spot foto, kuliner unik, atraksi wisata, sudah pasti akan menjadi tempat yang asik untuk nongkrong. 

"Ini yang akan memacu pengunjung untuk memposting kedatangannya ke destinasi ini. Dan kaum millennial gemar sekali bersosial media, itu juga membantu promosi," ujar Ferdiansyah.

Bagi yang belum tahu, Candi Cangkuangmerupakan salah satu destinasi yang paling popular di Garut, selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Destinasi yang merupakan peninggalan pada zaman Hindu. 

Candi Cangkuang memiliki panorama alam yang indah. Di samping candi terdapat peninggalan sejarah islam berupa makam Arif Muhammad, penyebar agama islam di Jawa Barat.

Sedangkan Pasar Wisata Digital merupakan sebuah event pariwisata kreatif dan dikemas secara kekinian. Tujuannya untuk menarik generasi millenial yang senang 'berbagi' pengalamannya di media sosial untuk datang ke destinasi wisata tersebut. Tentunya dengan banyak spot-spot yang instagramable.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto