logo

Pertemuan Menaker G20 Dorong Pembentukan Masa Depan Pekerjaan Pada Manusia

Pertemuan Menaker G20 Dorong Pembentukan Masa Depan Pekerjaan Pada Manusia

Menaker M Hanif Dhakiri (foto, ist)
30 Agustus 2019 22:54 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - MATSUYAMA, JEPANG: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri akan menghadiri pertemuan para Menteri Tenaga Kerja anggota G20 (G20 Labour and Employment Ministers’ Meeting/G20-LEMM) yang berlangsung di ANA Crowne Plaza Hotel, Matsuyama, Jepang, 1 - 2 September 2019 mendatang.

Lewat siaran persnya, dari Matsuyama, Jumat (31/8/2019) Menaker mengatakan, pertemuan para menteri tenaga kerja ini akan menghasilkan Deklarasi Menteri Tenaga Kerja G20. Yang meliputi upaya untuk mendorong pembentukan masa depan pekerjaan yang berpusat pada manusia (Shaping a Human-Centered Future of Work).

Pada pertemuan nanti, dia mengemukakan, akan berbagi dengan Menaker dari anggota G20 lainnya, terkait program dan kebijakan pemerintah dalam menghadapi perubahan demografi. Khususnya, bonus demografi yang akan segera dialami Indonesia. Menaker akan memberikan presentasi pada sesi tematik dua, terkait pekerjaan bagi kaum muda (youth employment).

“Pertemuan para menteri tenaga kerja G20 ini akan membahas solusi atas problematika ketenagakerjaan yang terjadi di negara masing-masing," ujarnya. Sehingga, imbuhnya, ada saling berbagi informasi antar negara dan dapat berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dunia.

Indonesia, jelas dia, akan menghadapi bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif (antara 15-64 tahun) lebih besar daripada penduduk usia nonproduktif. Ini akan menjadi modal peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, namun penduduk usia produktif harus menjadi tenaga kerja yang produktif dan kompetitif dengan skill yang baik.

"Bonus demografi ini tidak secara otomatis dinikmati begitu saja perlu didukung oleh kebijakan yang sesuai. Seperti perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan, keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan, serta pengendalian jumlah penduduk, kebijakan ekonomi yang mendukung fleksibelitas dan keterbukaan pasar kerja," papar Menaker.

Penanganan bonus demografi, lanjutnya, harus menjadi bagian penting dari pencarian solusi bersama anggota G20. "Itulah pentingnya kerja sama dan pertemuan LEMM ini,” kata dia.

Di bagian lain, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri mengatakan, dalam G20 LEMM ini, isu tematik lainnya yang dibahas antara lain employment of older workers and longer working life, new job opportunities in ageing societies for the future of long-term care work, gender equality, dan new forms of work.

"Hasil pertemuan para menteri tenaga kerja anggota G20 diharapkan akan dapat diimplementasikan dalam upaya membangun ketenagakerjaan di Indonesia,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, anggota G20 terdiri dari Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Uni Eropa. Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Menaker Hanif rencananya juga kan melakukan pertemuan bilateral dengan Vice Minister of Labour and Social Development, Kingdom of Saudi Arabia Dr. Abdullah Abuthnain, Governor of Ehime Tokihiro Nakamura, dan Minister of Family, Labour and Social Services Turki Zehra Zumrut Selcuk sekaligus penandatanganan MoU Ketenagakerjaan antara Indonesia dan Turki, serta menjadi keynote speaker pada forum bisnis ketenagakerjaan

Editor : B Sadono Priyo