logo

Bursa Caketum Golkar, Survei ETOS:  Bamsoet Unggul Atas Airlangga 

Bursa Caketum Golkar, Survei ETOS:  Bamsoet Unggul Atas Airlangga 

Direktur Eksekutif Lembaga Survey ETOS Institute Iskandarsyah.
22 Agustus 2019 17:59 WIB
Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jelang Munas Partai Golkar ETOS Indonesa Institute mengeluarkan survei calon ketua umum Partai berlambang pohon beringin tersebut.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis ETOS Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) masih bertahan diposisi teratas sebagai calon ketua umum (Ketum) Partai Golkar. Bamsoet unggul dari Ketum Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon petahana.

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah mengatakan, dari hasil survei yang kedua terhadap calon Ketum Golkar, Bamsoet masih unggul dari Airlangga.

"Hal ini pernah saya uraikan kepada kawan-kawan media dan ini adalah yang kedua kalinya. Untuk hasilnya, Bambang Soesatyo menempati posisi pertama, disusul mas Airlangga Hartarto dan tiga kandidat lainnya," kata Iskandarsyah, kepada wartawan, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, ada beberapa nama yang tetap tak bergerak sejak survei pertama dilakukan. Survei kali ini dilakukan terhadap 1500 responden, beda dengan survei yang pertama yang hanya 1000 responden.

"Responden tetap seperti survei sebelumnya adalah masyarakat umum dan kader-kader partai Golkar itu sendiri," tuturnya.

Iskandarsyah menambahkan, sebagian besar publik dan kader berharap pimpinan Partai Golkar ke depan harus benar-benar punya integritas tinggi, portofolio yang jelas, karier politik yang juga jelas. Atas dasar itu, Bamsoet dianggap sebagai figur yang tepat.

"Bukan orang karbitan, semua terjawab sudah dengan figur mas Bamsoet. Harapannya ditangan Bambang Soesatyo partai Golkar menjadi partai yang solid, berintegritas, partai nasionalis dan punya masa depan yang lebih baik," ucap Iskandar.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1500 responden dengan margin eror sekitar 3 persen dengan keterpercayaan 99 persen. Survei dilakukan sejak akhir Juli lalu hingga awal Agustus.

Editor : B Sadono Priyo