logo

Berry/Hardianto Melaju, Rinov/Mentari Terhenti

Berry/Hardianto Melaju, Rinov/Mentari Terhenti

Rinov/Menteri (Foto: Dok PBSI).
21 Agustus 2019 06:28 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - BASEL: Hasil berbeda diraih dua wakil Indonesia pada World Championships 2019. Berry Angriawan/Hardianto melaju ke babak dua, sementara Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari terhenti di babak dua.

Kemenangan diraih Berry/Hardianto usai mengalahkan Ben Lane/Sean Vendy (Inggris). Mereka menang usai mengantongi skor 20-22, 21-13, 21-15.

Menghadapi Lane/Vendy, pasangan Indonesia ini sebenarnya punya bekal yang bagus. Sebab mereka pernah menang sebelumnya di Dutch Open 2017 dengan skor 21-15, 21-17. 

Namun di awal pertandingan, Berry/Hardianto mengaku kalah start dari lawan, sehingga harus kalah lebih dulu. Beranjak ke game dua dan tiga, Berry/Hardianto kemudian bangkit dan berhasil membungkus kemenangannya.

“Pas game pertama tadi kami kalah startnya. Mereka lebih siap buat langsung menyerang, kami kewalahan buat menghadapi itu. Sempat mengejar juga di akhir game pertama, tapi sudah terlalu jauh, hawanya belum terlalu dapet. Game ketiga kami sudah lebih yakin dan percaya diri,” kata Hardianto.

“Di game pertama kami banyak melakukan kesalahan sendiri yang tidak perlu. Game ketiga kami coba lebih pegang dan mengatur permainannya,” ujar Berry.

Selanjutnya di babak dua, Berry/Hardianto akan bertemu He Ji Ting/Tan Qiang (Tiongkok). Keduanya tercatat belum pernah berhadapan sebelumnya.

“Lawan berikutnya pasti lebih kuat dari hari ini. Jadi kami harus siapin mental aja dari hari ini, buat bermain lebih bagus dan maksimal,” kata Berry. 

Sayang langkah Berry/Hardianto tak bisa diikuti pasangan ganda campuran, Rinov/Mentari. Rinov/Mentari kalah dari pasangan unggulan tiga, Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), 13-21, 21-19, 16-21.

Kalah di game pertama, Rinov/Mentari membuka peluang saat berhasil unggul di game kedua. Pada game penentu, Rinov/Mentari yang tertinggal 7-17 juga sempat mengejar ketertinggalannya. Secara perlahan mereka mampu merebut satu demi satu poin menjadi 14-17. Sayang akhirnya, Rinov/Mentari masih harus mengakui keunggulan Watanabe/Higashino.

“Tadi masih belum puas dengan penampilan kami. Game pertama kami kami banyak buang bola, nggak diapa-apain mati sendiri. Game ketiga kami ketinggalan cukup jauh, tapi coba mengejar pelan-pelan. Nothing to lose saja. Tapi pas poinnya sudah dekat, kami kembali buru-buru lagi,”  ungkap Mentari.

“Kami sudah banyak dikirim ke pertandingan elite. Tapi masih belum bisa membuat kejutan, jadi kedepannya ingin lebih baik lagi. Kami harus lebih tenang dan mengurangi mati sendiri,” tambah Rinov. ***