logo

Jaga Eksistensi Taklukan Jamur Dengan Inovasi Berkelanjutan

Jaga Eksistensi Taklukan Jamur Dengan Inovasi Berkelanjutan

Menerima penghargaan sebagai Top of Mind fose bersama ,Meta Wijaya (direktur), Ricky Surya Prakasa (Presiden Direktur, Merry Prakasa (Komisaris), Ferry Salim (Spokeperson)
21 Agustus 2019 06:27 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tidak banyak brand yang bisa ‘tersimpan’ di kepala setiap konsumen dalam jangka waktu yang lama. Konsumen selalu mencari yang terbaik bagi mereka.

Tidak hanya untuk diri mereka sendiri tapi juga untuk keluarga mereka. Produk suatu Brand harus bisa memberikan kepuasan ketika digunakan.

Terlebih jika produk tersebut berkaitan dengan kesehatan. Biasanya konsumen lebih concern dan sangat hati-hati dalam memilih dan menggunakan produk kesehatan.

Ada faktor utama yang memengaruhi konsumen dalam menilai produk kesehatan yang pantas untuk di konsumsi dan gunakan. Faktor tersebut adalah bahan baku dan kandungan yang ada didalam produk tersebut.

Karena itu berhubungan dengan khasiat dan keampuhan yang berkorelasi terhadap kepuasan pelanggan.

Dari semua penjelasan awal diatas , memunculkan satu nama brand yang sangat mewakili semua penjelasan tersebut, yaitu Salep Kulit 88. Berbicara umur kesuksesan suatu produk, Salep Kulit 88 adalah juaranya. Kiprahnya sudah ada sejak 37 tahun, namun kini masih menjadi jawara Top of Mind di masyarakat Indonesia.

Sudah banyak konsumen berbagi pengalaman dan cerita mengenai awal mula mengenal produk yang di-distribusikan oleh MECCAYA Pharmaceutical. Ada yang sudah kenal sejak kecil dari ayah dan ibu atau bahkan dari kakek mereka, dan tetap menggunakannya sampai sekarang.

Cerita-cerita tersebut menjadi bukti kesuksesan Salep Kulit 88 yang berhasil ‘tersimpan’ tidak hanya di kepala saja namun juga di hati masyarakat Indonesia.

Salep Kulit 88 telah melengenda dan menjadi bagian dari masyarakat Indonesia sejak berpuluh-puluh tahun lamanya dengan keunggulan pada kualitas dan juga khasiat dari komposisinya yang tepat.

Boleh dibilang apabila membicarakan penyakit kulit di masyarakat Indonesia akan terpintas produk Salep 88 sebagai Top of Mind. Kualitas yang dihadirkan berasal pemilihan bahan dasar yang terbaik dari supplier berstandard international, dan proses manufaktur modern dengan prosedur serta pengawasan kualitas ketat sesuai standar CPOB.

Sedangkan untuk bisa terus memuaskan konsumen Salep Kulit 88 melakukan riset dan Pengembangan yang berkelanjutan untuk penyempurnaan produk.

Tidak ketinggalan inovasi turut menjadi bagian penting. Ditambah lagi dengan keseriusan dalam merekrut sumber daya manusia yang terbaik membuat Salep Kulit 88 semakin tidak tegoyahkan di puncak Top of Mind masyarakat Indonesia.

Tentunya kesuksesan yang diraih selama ini tidak serta merta membuat Salep Kulit 88 jumawa dan lupa daratan. Apalagi persaingan produk dikategori antifungal saat ini semakin ketat dan kondisi pasar juga lebih cepat berubah dibanding 10 tahun lalu.

Pasar kini mempunyai demografi usia yang lebih muda, yang disebut dengan generasi millenial. Pendekatan yang dilakukan kepada generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnnya.

"Karakter yang sangat aktif dan mobile menjadi acuan MECCAYA Pharmaceutical meluncurkan produk barunya yakni Krim 88 Anti Jamur sebagai varian dari brand 88," ujar Presiden Direktur PT MECCAYA Pharmaceutical, Ricky Surya Perkasa.

Fitur krim 88 anti jamur antara lain lembut pada kulit, tidak lengket, mudah menyerap, aroma yang fresh, dan juga cooling sensation yang dapat meredakan gatal-gatal sehingga sangat cocok untuk kaum millennial dan urban yang sehari-harinya aktif berkuliah, berkerja, berolah raga, dan kerap menggunakan sepatu.

Pemilihan Brandon Salim sebagai brand ambassador juga melihat karakternya yang mampu mewakili generasi millenial di Indonesia.

“Kami menargetkan untuk dapat menambah produk-produk kami setiap tahunnya dengan inovasi untuk dapat memenuhi apa yang konsumen inginkan sesuai preferensi serta tingkah laku konsumen kami terutama diperuntukkan bagi generasi kaum Millennial,"kata Ricky Surya.

Editor : Yon Parjiyono