logo

Lampung Krakatau Festival Kembali Digelar, Berbagai Atraksi Budaya Bakal Tersaji

Lampung Krakatau Festival Kembali Digelar, Berbagai Atraksi Budaya Bakal Tersaji

21 Agustus 2019 05:35 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - BANDAR LAMPUNG: Lampung Krakatau Festival 2019 kembali digelar, 23 - 25 Agustus 2019 di Bandar Lampung. Event tahunan yang masuk top 100 Calender of Eevent (CoE) kemenpar ini merupakan parade kebudayaan yang mengangkat kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Lampung. Selain itu, perhelatan ini juga menjadi ajang promosi potensi pariwisata yang dimiliki setiap kabupaten dan kota yang ada di Lampung.

Festival yang diramaikan dengan karnaval, atraksi seni tradisional, pameran, dan berbagai lomba ini mulai diadakan sejak tahun 1990. Dalam perjalanannya, terdapat banyak variasi yang dilakukan. Karenanya, dari tahun ke tahun, terdapat perbedaan pada konten acara yang ditampilkan. Bagian acara yang selalu mendapat perhatian besar adalah karnaval karena melibatkan partisipasi dari semua lapisan masyarakat.

"Lampung Krakatau Festival 2019 selain mempromosikan Gunung Krakatau juga kain tradisional, tapis Lampung," kata Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim di Jakarta, beberapa waktu lalu. Perhelatan ini akan menampilkan peragaan busana dari berbagai desainer dalam Karnaval Budaya dan tapis lampung.

"Ada parade beragam kain tapis Lampung dari setiap kabupaten dan kota, akan menampilkan kreasinya," ujarnya. Selain itu, ia menambahkan ada pula baju kreasi dari kain tapis lampung.

Lampung Krakatau Festival 2019 akan menampilkan empat acara dimulai dengan 'Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai'. Acara tersebut sebagai upacara pembukaan Lampung Krakatau Festival yang dipusatkan di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, pada 23 Agustus. Pembukaan acara akan dimeriahkan seni, drama, dan tari. Kemudian, ada pula pentas kesenian tradisional dan kreasi modern, serta pertunjukan grup musik.

Setelah pembukaan, dilanjutkan agenda acara 'Krakatau Expo' dimeriahkan lomba kuliner dan pameran produk ekonomi kreatif di Lapangan Saburai, 23 Agustus-25 Agustus. Ada pula Trip Krakatau' pada 24 Agustus, berlayar menyaksikan metamorfosis Gunung Anak Krakatau, memperingati peristiwa meletusnya Gunung Krakatau, 26 Agustus 1883.

Menurut Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, pesona Krakatau sangat luar biasa.

“Sampai saat ini, Krakatau memiliki daya tarik yang buar biasa. Mulai dari cerita yang menyelimutinya, kemegahan bentuk, hingga lokasinya yang berada di tengah laut. Pesonanya susah ditandingi. Semua wisatawan selalu tertarik untuk mengunjunginya. Kali ini wisatawan bisa memanfaatkan agenda trip Krakatau,” kata Esthy, Minggu (18/8)

Selanjutnya Lampung Krakatau Festival 2019 menampilkan acara 'Parade Permainan Anak Tradisonal' di Lapangan Saburai, 24 Agustus. Dan, Karnaval Budaya dan Tapis Lampung, parade ini diawali tari cangget, di Lapangan Saburai, 25 Agustus.

 Lampung sendiri sebagai destinasi wisata sudah memiliki unsur 3A (Atraksi, Akasesibilitas, Amenitas).

Atraksi
 Unsur atraksi Lampung diantaranya wisata Alam dimana provinsi Lampung memiliki diantaranya Taman Nasional Bukit Barisan (taman nasional), Krui (surfing), dan Taman Nasional Way Kambas (taman nasional perlindungan gajah). Kemudian ada wisata buatan diantaranya Taman Wisata Bumi Kedaton (taman wisata), Menara Siger (menara titik nol Sumatra), dan Slanik Waterpark (kolam renang terbesar dan teramai di Lampung). Lantas ada wisata budaya dimana terdapat diantaranya Museum Lampung (Museum terbesar di Lampung dengan koleksi sebanyak 4.735 buah), Situs Purbakala Pugung Raharjo (situs arkeologi), dan Masjidi Taqwa.

Aksesibilitas
Untuk aksesibilitas, Lampung bisa dikunjungi dengan jalur darat menggunakan mobil atau bis dengan jarak tempuh 235 km dari Jakarta atau sekitar 7 jam. Selain itu, terdapat jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 kilometer yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera. Adapun, ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung ini merupakan aksesibilitas yang lebih baik bagi industri kelapa sawit dan karet dan sudah digunakan fungsional pada mudik lebaran kemarin. Untuk ruas Kayu Agung-Betung juga sudah tersambung sampai ke Palembang sepanjang 33 km.

Untuk menuju ke Bandar Lampung dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat dari Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Semua penerbangan akan mendarat di Bandara Raden Inten II. Terdapat juga Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Krui, Kabupaten Pesisir Barat dan Bandara Gatot Subroto-Way Tuba, Kabupaten Way Kambas. 

Sedangkan untuk menuju Bandar Lampung dengan tranportasi laut, bisa menuju ke Pelabuhan Merak di provinsi Banten yang memakan waktu sekitar 1,5 jam dari Jakarta. Kapal Feri beroperasi setiap jam dari Merak ke Bakauheni. Terdapat juga Pelabuhan Panjang di Kota Bandar Lampung yang merupakan pelabuhan Internasional serta Pelabuhan Srengsem untuk lalu lintas distribusi batubara dari Sumatera Selatan ke Jawa.

Amenitas 
Provinsi Lampung memiliki 22 hotel berbintang (19 hotel di Kota Lampung, 1 hotel di kabupaten Pringsewu, dan 1 hotel di Lampung Selatan).

Editor : Yon Parjiyono