logo

Pasar idEA, Momentum RI Jadi Negara Ekonomi Digital Terbesar

Pasar idEA, Momentum RI Jadi Negara Ekonomi Digital Terbesar

20 Agustus 2019 02:51 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pasar idEA, festival belanja online to offline pertama dan terbesar di Indonesia resmi telah dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, di Jakarta.

Pasar idEA merupakan hasil kerja sama antara Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dengan PT. Traya Eksibisi Internasional (Traya Indonesia) yang telah berlangsung dari tanggal 15-18 Agustus 2019 lalu di Jakarta Convention Center (JCC). Perhelatan akbar ini menjadi momentum penting bagi para pelaku industri e-commerce untuk bertemu dan menampilkan produk dan top seller dari masing-masing platform, sehingga dapat memupuk kepercayaan konsumen untuk terus berbelanja online dengan aman.

Di ajang ini, para konsumen terbukti telah merasakan pengalaman berbelanja e-commerce 360O dalam satu atap.

Menteri Rudiantara menilai ajang Pasar idEA ini akan mendorong pertumbuhan industri UMKM guna mendorong laju sektor ekonomi digital.

“Pasar idEA yang menggandeng UMKM akan bisa memberi dampak positif dalam mengantisipasi isu serbuan produk asing di industri e-commerce,” kata Rudiantara kepada pers di acara pembukaan Pasar idEA 2019.

Menkominfo menekankan harapannya agar UMKM sukses menjadi tulang punggung dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. “Kombinasi e-commerce dan UMKM tentu akan sangat signifikan dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terkuat di Asia Tenggara pada 2025 nanti,”jelas mantan Presdir XL Axiata ini.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, juga memiliki harapan tinggi pada industri 4.0 ini. Menurut Rudy, e-commerce berperan sangat signifikan untuk pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Pasalnya, kata dia, perdagangan berbasis elektronik (e-commerce) mendorong efisiensi dalam kegiatan ekonomi, inovasi dan keterjangkauan yang lebih luas. Visi pemerintah pada 2020, Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan memfokuskan pengembangan ekonomi digital berbasis lokal, yakni akselerasi UMKM dan bisnis rintisan (startup).

"Sektor UMKM sebagai pilar ekonomi kreatif harus mendapatkan perhatian lebih agar mereka mampu mengambil peran dalam perdagangan global melalui e-commerce,” ujar Rudy.

Diakui sampai saat ini Implementasi Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (roadmap e-commerce) masih berlangsung dan dalam tahap penggodokan yang ditargetkan rampung pada 2019. Roadmap tersebut mencakup program pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan sumber daya manusia, infrastruktur komunikasi, logistik, keamanan siber dan pembentukan Manajemen Pelaksana Peta Jalan SPNBE 2017-2019 sebagai acuan bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menetapkan kebijakan sektoral untuk mempercepat pelaksanaan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (e-Commerce).

“Melalui Pasar idEA, kami ingin membangun sinergi dengan para pelaku usaha, pemerintah, komunitas dan masyarakat sehingga memiliki semangat yang sama untuk memperkuat ekosistem digital. Apalagi tantangannya sekarang adalah bagaimana meningkatkan volume dan daya saing produk lokal di pasar e-commerce,” ujar Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung.

Ignatius Untung menyebut gelaran Pasar Idea telah menargetkan 120.000 pengunjung selama empat hari dengan menghadirkan sekitar 250 peserta pameran yang terdiri dari para unicorn, pelaku usaha e-commerce, perusahaan logistik dan pengiriman, serta UMKM dengan produk lokal yang terakurasi di area khusus LokalGood.

"Beragam promo-promo spesial untuk belanja multi produk ditawarkan beberapa pemain e-commerce Indonesia guna menarik segmen milenial sebagai pelaku belanja online," jelasnya.

Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia, akan membawa kisah perjalanannya selama 10 tahun yang telah menggandeng lebih dari 6.2 juta penjual tersebar di 85% kecamatan di Indonesia. Selain itu, kini Tokopedia telah menjadi Super Ecosystem yang menjembatani semua pihak dengan misi sejalan untuk maju dan bertumbuh bersama. Maka dalam kesempatan ini, Tokopedia juga menebar voucher diskon 90% di merchant tertentu.

Blibli.com pada kesempatan ini mengadakan Blibli Travel Fair, festival travel offline yang menawarkan berbagai produk pariwisata dengan diskon hingga 80%, baik untuk paket perjalanan domestik maupun internasional.

Wujud komitmen dan konsistensi mendukung pelaku usaha kreatif tanah air dan UMKM, Blibli.com juga menghadirkan produk-produk lokal dari kategori Galeri Indonesia, serta produk karya finalis The Big Start ajang kompetisi tahunan untuk UMKM kreatif lokal.

Sementara Lazada mempermudah mereka yang ingin memulai usaha sebagai seller dengan program Daftar Jadi Seller Online Ga Sampai 1 Menit. E-commerce E-commerce besar lainnya, seperti Shopee, membawa seller-nya yang menawarkan ragam produk Kreasi Nusantara dengan promo diskon mencapai 89%.

Sejumlah perusahaan logistik dan jasa pengiriman juga memberikan kesempatan kepada pengusaha-pengusaha baru untuk menjadi mitra bisnis. Perusahaan jasa pengiriman seperti J & T, Lion Parcel, Ninja Express, Tiki, JNE, Lalamove pun tak kalah seru memanjakan pengunjung dengan layanan free ongkir dan kemudahan lainnya.

“Pasar idEA menjadi ajang kopdaran akbar pelaku usaha e-commerce dengan para pelanggannya melalui pendekatan program yang menarik yang bertujuan membangun keterlibatan dan kepercayaan konsumen,” ujar Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawan.

Edukasi dan Aktivasi Belanja Online

Salah satu tantangan di industri e-commerce adalah masih kurangnya kepercayaan masyarakat untuk terlibat dalam transaksi perdagangan secara elektronik (online). Selain menyasar milenial, perlu juga upaya lebih mempopulerkan belanja online bagi konsumen yang belum tersentuh. Jumlahnya terbilang banyak. Seperti survei yang diungkap APJII bahwa dari 171,17 juta jiwa pengguna internet aktif, 56% nya atau 95,76 juta jiwa masih belum pernah berbelanja online.

“Selain konsumen, ekonomi digital juga harus kian populer di kalangan UMKM. Karena itu, kami juga menyelenggarakan dua diskusi utama yang membahas permasalahan utama di sektor ini,” ujarnya.

Untung menambahkan dua diskusi ini penting diikuti para pelaku bisnis yang ingin mengembangkan usahanya di sektor digital. Alasan ini yang mendorong kehadiran Pasar idEA 2019 agar pelaku industri e-commerce dapat terhubung secara real-time dengan para pelanggannya..

"Alhasil, akan terbangun kepercayaan di antara kedua pihak. Targetnya, pada 2020, lebih dari separuh penduduk Indonesia diperkirakan akan terlibat dalam aktivitas e-commerce. Selain menjadi ajang belanja online to offline, guna mendorong pertumbuhan industri E-Commerce dan produk lokal Indonesia, Pasar idEA juga dilengkapi dengan sesi talk show dan workshop dengan menghadirkan pembuat kebijakan, industry leaders, dan peserta dari UMKM,"urai Untung.

idEA akan menggelar dua diskusi khusus yang membahas isu penting dengan pembicara para pemangku kepentingan di sektor ekonomi digital. Salah satunya adalah pembahasan hasil studi Google yang menggandeng Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Lab Data Persada (LDP). Diskusi mengangkat tema Mengukur Kemajuan Ekonomi Digital Indonesia yang berdampak pada PDB, Partisipasi Tenaga Kerja, dan Kontribusi Sektoral telah digelar di Pasar idEA 2019. Diskusi khusus lainnya fokus pada upaya mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi eksportir aktif melalui e-commerce.

Ke depannya, UKM memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik dalam penyerapan tenaga kerja hingga penyumbang devisa. Terlebih produk UKM saat ini, banyak yang sudah memiliki standar ekspor.

Acara bertema Peranan E-commerce dalam Menembus Pasar Internasional ini juga mengundang kementerian terkait pembuat kebijakan**

Editor : B Sadono Priyo