logo

Ekspedisi Delapan Pulau Terluar Penanda Kedaulatan NKRI

Ekspedisi Delapan Pulau Terluar  Penanda Kedaulatan NKRI

Kepala LIPI Dr Laksana Tri Handoko (tengah).(foto,ist)
14 Agustus 2019 23:51 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Selain menyediakan ekosistem alam yang produktif dan menunjang sektor pangan, perikanan, serta wisata. Keberadaan pulau terluar merupakan penanda kedaulatan negara di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut dikemukakan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Laksana Tri Handoko, dalam sambutannya pada acara penayangan film dokumenter ‘Kisah 8 Pulau Terluar’, di Jakarta Rabu (14/8/2019).

Dia menyatakan, kawasan ke delapan pulau tersebut merupakan bagian dari 111 pulau kecil terluar, yang menjadi batas langsung dengan negara tetangga. Minimnya, informasi ilmiah tentang potensi sumberdaya alam di kawasan ini mendorong LIPI melakukan ekspedisi Nusa Manggala.

Pulau - pulau terluar yang menjadi tujuan ekspedisi, yang berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2018 itu, ialah Pulau Yiew, Budd, Fani, Brass & Fanildo, Liki, Bepondi, dan Meossu serta satu gugusan kepulauan Ayau di kawasan Raja Ampat, Papua.

“Ekspedisi Nusa Manggala merupakan salah satu bukti kehadiran negara di pulau-pulau terluar melalui aktivitas riset yang dilakukan LIPI,” tutur Kepala LIPI.

Pulau-pulau ini dipilih karena merupakan kawasan perbatasan laut Indonesia, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Kawasan Strategis Nasional.