logo

Belasan Rumah Di Sigi Hanyut Terseret Banjir Bandang

Belasan Rumah Di Sigi Hanyut Terseret Banjir Bandang

Warga bersama anggota TNI mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan pascabanjir bandang di Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (14/8/2019). Banjir bandang yang menerjang wilayah itu pada Selasa (13/8/2019) malam mengakibatkan puluhan rumah rusak berat dan hilang serta akses jalan terputus total. Belum ada laporan korban jiwa pada bencana yang menerjang beberapa dusun di desa tersebut. (Antara)
14 Agustus 2019 22:25 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - SIGI: Belasan rumah warga di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah hanyut terseret banjir bandang yang terjadi pada Selasa (13/8/2019).

Salah satu korban yang rumahnya hanyut, Anwar, warga Desa Namo, Kecamatan Kulawi kepada Antara di lokasi bencana, Rabu membenarkan adanya banjir tersebut.

Ia mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 18.00 Wita menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kulawi sepanjang hari Selasa.

"Kami tidak menyangka akan datang banjir bandang dan menghanyutkan belasan rumah di tiga dusun di Desa Namo," kata dia.

Anwar mengaku rumah beserta perabotan miliknya semuanya tersapu banjir. 

Warga yang kehilangan rumah untuk sementara ditampung di rumah tetangga dan tenda pengungsian.

Kejadian itu cukup menggegerkan warga yang rata-rata baru pulang dari kebun. Sebagian besar warga Desa Namo merupakan petani kakao dan kopi.

Apalagi, banjir banyak membawa material potongan kayu  yang masih utuh serta batu-batuan.

Akibat bencana itu arus kendaraan dari arah Kulawi menuju Palu dan sebaliknya sempat terhambat, sebelum akhirnya akses jalan yang tertimbun lumpur berhasil dinormalisasi oleh Pemkab Sigi.

Tidak ada korban jiwa, kecuali kerugian materi yang hingga kini belum diketahui nilainya.

Desa Namo merupakan desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Taman Nasional Lore Lindu yang telah ditetapkan Unesco sebagai cagar biosfer dunia pada 1977. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto