logo

Negara Dirugikan Triliunan, PMJ Ungkap Barang Selundupan Dari Tiongkok

Negara Dirugikan Triliunan, PMJ Ungkap Barang Selundupan Dari Tiongkok

Foto (SK/Sadono)
14 Agustus 2019 18:58 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kasus penyelundupan kosmetik, dibongkar tim reserse Industri dan Perdagangan  Polda Metro Jaya (PMJ). Tim dibawah AKBP AKBP Sutarmo menangkap 4 orang, salah satunya WNA Cina.

"Barang  yang diselundupkan misalnya kosmetik, obat-obatan, bahan pangan, dan produk elektronik. Semua barang ilegal yang didatangkan dari  Republik Rakyat Tiongkok (RRT)," kata Kapolda Metro Jaya Irjen pol Gatot Eddy Pramono di halaman gedung Krimsus PMJ Rabu, (14/8/2019).

Keempat tersangka masing-masing  berinisial PL, H, EK, dan AH.AH merupakan warga RRT. Mereka ditangkap di Pelabuhan Tegar (Marunda Center Terminal), Bekasi, Jawa Barat.

Barang seludupan kometik  beromzet Rp 67 miliar lebih. Kerugian negara yang dihitung berdasarkan penghitungan bea impor, akibat tidak membayar pajak mencapai Rp 17 miliar per minggu. 

“Dari 4 tersangka yang ditangkap, ada yang sudah 8 tahun melakukan penyeludupan kosmetik. Bayangkan sudah berapa banyak kerugian negara, akibat penyedupan kosmetik tanpa membayar pajak, bisa triliunan rupiah” ujar Gatot yang didampingi Direktur Krimsus Kombes Iwan Kurniawan dan Kabid Humas Kombes Argo Yuwono.

Pelaku sengaja menyeludupkan kosmetik ke Indonesia dari Malaysia, secara melawan hukum melalui pelabuhan Pasir Gudang Johor. Kemudian barang dikirim ke pelabuhan Kuching Serawak.

“Selanjutnya kosmetik dibawa menggunakan truk ke perbatasan wilayah Indonesia, kemudian diselundupkan melalui jalan darat (jalan tikus) ke wilayah Jagoi Babang, Kalimantan Barat. Barang selundupan diangkut menggunakan truk kecil, setelah melewati perbatasan dikumpulkan dengan menggunakan truk besar (Fuso) di Pontianak melalui pelabuhan Dwikora dikirim menggunakan kapal angkut, kemudian masuk ke pelabuhan Tegar (Marunda Center) Kabupaten Bekasi,” terang Kapolda.

Keempat pelaku, tambah Kapolda, ditangkap di dua tempat. Di Pelabuhan Tegar Bekasi, dan Perumahan Dadap Tangerang.

Dampak penyeludupan kosmetik dapat menghambat pembangunan nasional dengan tidak terpungutnya pajak (pajak dalam rangka impor). Kemudian menimbulkan kerugian Negara akibat tidak menbayar bea masuk barang impor.

Selanjutnya, akibat komestik seludupan dapat merugikan kesehatan masyarakat selaku konsumen, sebab barang-barang tersebut tidak diketahui isi kandungan, khasiat dan manfaat penggunaannya, karena barang tersebut belum diuji sehingga belum ada ijin edar dari BPOM RI.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis Pasal 197 UU No. 36 tahun 2014 tentang Kesehatan, Pasal 140 UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 104 UU No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, dan Pasal 62 UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya diatas 5 tahun