logo

Din Syamsuddin Sebut Kabinet Mendatang Harus Profesional

Din Syamsuddin Sebut Kabinet Mendatang Harus Profesional

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin
14 Agustus 2019 15:48 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan bisa membentuk kabinet yang betul-betul berkeahlian dan profesional. Indonesia di tengah tantangan yang dihadapi, menuntut pemerintahan yang lebih baik dari periode sebelumnya.

"Kinerja terbaik yang dibantu oleh pembantu yang jelas punya kapabilitas, kemampuan, integritas dan bersifat melayani sebagai public servant," jelas Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, di sela memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/8/2019).

Menurut Din, hal itu tidak mudah karena harus mengakomodasi kepentingan partai politik (parpol) pendukung. Tetapi jika masing-masinh parpol meminta jatah menteri, maka kinerja pemerintah akan tersandera kepentingan parpol.

"Ini tidak baik, terus terang saya membayangkan pemerintahan yang akan datang akan tersandera kepentingan parpol," katanya.

Parpol harus memiliki wawasan bahwa menteri yang dipilih harus merupakan anak bangsa terbaik, baik dari parpol maupun nonparpol. Din mengatakan jika menteri banyak diisi dari parpol maka kurang berorientasi bekerja untuk negara dan rakyat. Tapi bekerja untuk mengabdi pada partai.

Saat disinggung presiden telah menghubungi Muhammadiyah terkait penyusunan kabinet, Din mengatakan orientasi Muhammadiyah bukan politik kekuasaan tapi nilai dan moral. Sehingga tidak mencari posisi di pemerintahan.

"Saya bukan lagi ketua umum PP Muhammadiyah, saya hanya ketua ranting PP Muhammadiyah, tentu kalau politik nasional bukan kewenangan ranting," ujarnya.

Tetapi jika diberi kesempatan, dirinya mengaskan banyak kader Muhammadiyah yang mumpuni. Jika tidak diberikan kesempatan, hal itu juga tidak masalah.

Yang terpenting menurut Din adalah pemerintah jangan mengangkat pejabat yang menghalangi kontribusi Muhammadiyah untuk negara. Kabinet harus semua diisi dari profesional, jangan nepotisme atau like and dislike.

"Jangan korbankan kepentingan bangsa dan negara pada yang tidak profesional. Kapabilitas harus jadi kriteria utama, baru integritas.Kalau tidak profesional akan berantakan," ujarnya lagi. ***

Editor : Markon Piliang