logo

Ketua Dewan Komisioner OJK Lantik Eko Yunianto Menjadi Kepala OJK Solo

Ketua Dewan Komisioner OJK Lantik Eko Yunianto Menjadi Kepala OJK Solo

Wimboh Santoso melantik Kepala OJK Solo Eko Yunianto didampingi Plh Triyoga Laksito
13 Agustus 2019 16:26 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Jawa Tengah, Eko Yunianto, secara resmi dilantik oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, di Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo, Selasa (13/8/2019). Eko menggantikan pejabat lama, Laksono Dwionggo yang berhalangan hadir dan diwakili Plh, Triyoga Laksito.

Sebelum menjabat kepala OJK Solo, Eko Yunianto bertugas di OJK Kalimantan Selatan. Sedangkan Laksono Dwionggo akan bertugas di Kantor OJK regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wimboh mengatakan OJK ke depan memiliki tantangan yang semakin besar. Selain telah diberikan mandat untuk mengawasi dan melindungi tapi juga diharapkan bermanfaat dalam pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran serta kesejahteraan masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi di Kota Solo yang mencapai 5,75 persen melebihi pertumbuhan nasional yang hanya 5,17 persen. Demikian juga inflasi nasional 3,32 persen, sementara Kota Solo berada dibawahnya, yakni 2,65 persen. Kredit perbankan di Solo tumbuh 8,8 persen, sedangkan nasional lebih tinggi," paparnya.

Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di Kota Solo mencapai 10,1 persen atau lebih tinggi dari kredit. Menurut Wimboh hal ini berarti banyak orang yang memiliki uang dan menabung. Tetapi untuk sektor usaha masih perlu ditingkatkan.

"OJK di daerah diharapkan bisa menggalang sinergi. Kalau sektor jasa  keuangan jelas itu di bawah bimbingan OJK. Sektor keuangan sendiri tidak bisa sendirian, ibaratnya kalau ingin memberikan kredit harus ada yang dibiayai dan ada dana masyarakat dikumpulkan," jelasnya.

Kredit terutama digunakan untuk pengembangan proyek. Atau bisa juga untuk kredit konsumsi. Tetapi, yang penting adalah proyek untuk pengembangan potensi daerah untuk menyerap tenaga kerja atau proyek yang berorientasi ekspor.

"Kalau tidak ada proyek baru kredit tidak akan nendang. Mulainya harus ada sinergi dan identifikasi potensi apa. Kalau Solo akan potensi di tourism, bisa angkat kuliner, tekstil, kayu," jelasnya lagi.

Peran OJK di daerah memfasilitasi terjadinya sinergi sektor keuangan antara pengusaha, pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Serta bisa mengedukasi masyarakat terutama yang tidak paham produk keuangan.

"Dan kita punya proyek besar di Solo, kita berharap jalan tol mampu memberi implikasi positif. Dengan adanya jalan tol, saat ini orang Solo kuliner ke Surabaya, orang Surabaya kuliner ke Solo. Begitu juga orang Semarang datang ke Solo dengan menggunakan jalan tol," katanya.

Sementara itu Eko Yunianto mengatakan dirinya akan segera berkoordinasi dengan stakeholder di wilayah kerjanya. Sehingga pertumbuhan ekonomi di Solo Raya segera bisa ditingkatkan. Dalam acara pelantikan tersebut juga dihadiri Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo Bambang Pramono, Rektor UMS Prof Sofyan Anif serta sejumlah pejabat lainnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto