logo

Menhan Mengaku Belum Dengar Soal Tewasnya Polisi Karena KKSB Di Papua

Menhan Mengaku Belum Dengar Soal Tewasnya Polisi Karena KKSB Di Papua

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
13 Agustus 2019 13:40 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mengaku belum mendengar peristiwa tewasnya anggota polisi Briptu Heidar di Kabupaten Puncak, Papua.

"Belum dengar saya, dari kemarin saya belum pulang. Hari ini saya ke Jogja besok langsung ke Jawa Timur," ujar Ryamizard kepada wartawan seusai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/8/2019).

Briptu Heidar ditemukan tewas setelah disandera kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di Kabupaten Puncak, Papua. Anggota polisi tersebut ditemukan tewas tertembak dibagian leher dan kepala. Diduga penembakan tersebut dilakukan KKSB yang dipimpin Jambi Mayu.

Menanggapi hal itu, Menhan mengatakan pihaknya akan mempelajari peristiwa tersebut.

"Kita pelajari dulu ya. Kebijakan yang diambil TNI, saya harus tahu. Karena TNI itu melaksanakan kebijakan dari saya. Kita pelajari dulu," katanya.

Sementara itu terkait NKRI syariah, Menhan mengatakan saat ini tidak ada lagi istilah NKRI syariah karena Pancasila sudah harga mati.

"Karena syariah itu sudah ada di sila pertama Pancasila. Itu sudah dirumuskan para pendiri bangsa ini," jelasnya.

Begitu pula tentang tauhid juga sudah ada di dalam Pancasila. Sehingga menurut Ryamizard, Pancasila sudah hebat sehingga tidak perlu ditambah-tambahi lagi.

"Lakum Dinukum Waliyadin (bagimu agamamu, bagiku agamaku) sudah ada di sana. Kalau sudah ada nasi goreng jangan pakai telur," ujarnya. ***

Editor : Markon Piliang