logo

BI Institute Dan KPwBI Solo Luncurkan Buku Sejarah Gedung BI Solo

BI Institute Dan KPwBI Solo Luncurkan Buku Sejarah Gedung BI Solo

Peluncuran buku sejarah Gedung BI Solo berjudul 'Harmoni Dalam Perbedaan: Bank Indonesia Dalam Dinamika Ekonomi Solo Raya'
12 Agustus 2019 20:29 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Bank Indonesia (BI) Institute bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, meluncurkan buku 'Harmoni Dalam Perbedaan: Bank Indonesia Dalam Dinamika Ekonomi Solo Raya', di KPwBI Solo, Senin (12/8/2019).

Menurut Direktur Bank Indonesia Institute, Arlyana Abubakar, buku tersebut merupakan komitmen Bank Indonesia dalam mendokumentasikan pemikiran, kebijakan, wisdom, pengalaman, dan sejarah organisasi dalam bentuk institutional memory.

"Sekaligus memperkaya referensi akademis khususnya dalam kajian sejarah ekonomi," jelas Arlyana dalam acara peluncuran dan bedah buku tersebut.

Lebih lanjut, Arlyana mengatakan latar belakang buku sejarah KPwBI Solo ini adalah adanya fakta keunikan perjalanan sejarah yang dimiliki beberapa kantor perwakilan BI. Dari 46 bangunan KPwBI di dalam negeri, 16 diantaranya memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial Hindia Belanda dengan nama De Javasche Bank (DJB).

Keberadaan KPwBI Solo memiliki sejarah sejak berdirinya DJB Agentschap Soerakarta pada 25 November 1867. Karena DJB pada saat itu hanya ada di Batavia dan kantor cabangnya hanya dibuka di kota pesisir yang terhubung langsung dengan perdagangan internasional.

"Kenapa didirikan di Solo karena tidak terlepas dari kondisi perekonomian Kota Solo dan sekitarnya yag saat itu mengalami pertumbuhan ekonomi karena kedatangan pengusaha perkebunan Eropa," paparnya.

Arlyana juga mengatakan buku tersebut melengkapi buku sejarah KPwBI lainnya yakni Medan, Surabaya, Padang, Kalimantan, dan Pontianak. Selanjutnya akan dirilis buku sejarah untuk 11 KPwBI lainnya. Buku dapat diperoleh di perpustakaan Bank Indonesia atau website BI Institute https://www.bi.go.id/id/institute.

Dalam peluncuran dan bedah buku tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, Ekonom Senior The Habibie Center Umar Juoro, Guru Besar UNS Solo Prof Warso, serta Kepala KPwBI Solo Bambang Pramono.

"Pendirian DJB Surakarta dinilai mampu mengakomodir perkembangan ekonomi Solo yang didorong tiga sektor yakni pertanian, kerajinan rakyat serta perkebunan swasta yang berorientasi ekspor," jelas Bambang Pramono. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH