logo

Pembatasan Kendaraan Bermotor Di Jakarta, Ganjil Genap Terus Disosialisasikan

09 Agustus 2019 15:05 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta saat ini sedang mensosialisasikan kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor polisi ganjil dan genap.

Selain dilakukan melaui media massa, sosialisasi juga dilakukan di mal atau pusat perbelanjaan dan jalan-jalan di Ibu Kota.

Hal itu dikatakan Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Ia mengatakan pihaknya sudah menyediakan tiga tahapan untuk melakukan sosialisasi perluasan ganjil genap.

Ini dilakukan agar warga semakin mengetahui mengenai ruas jalan yang menjadi kawasan penerapan perluasan ganjil genap. Tahap pertama, sosialisasi dilakukan dari tanggal 7 Agustus hingga 11 Agustus 2019 melalui media massa. Baik media cetak, media online maupun elektronik seperti televisi dan radio.

“Tahap kedua, dari tanggal 9 Agustus hingga 11 Agustus 2019, kami akan sosialisasi dengan menyebarkan flyer. Hari ini, kami sebar anggota Dihsub DKI di empat mal, yaitu di Citos, Atrium, Arion dan Citra Mal. Jadi wilayah barat, selatan, timur dan utara tercover semua,” kata Syafrin Liputo, Jumat (9/8/2019).

Tahap ketiga akan melakukan sosialisasi di jalan, terutama di ruas jalan yang akan diterapkan perluasan ganjil genap. Sosialisasi di jalan dilakukan mulai tanggal 12 Agustus hingga 8 September 2019.

“Itu pola sosialisasinya. Tujuannya agar masyarakat pengguna kendaraan pribadi mendapatkan informasi yang lengkap terhadap kebijakan itu. Di tanggal 12 Agustus, baru kita akan ada di jalan sekaligus memberikan tindakan preventif. Kita juga sosialisasi lewat media sosial secara masif,” tutur Syafrin.

Akhirnya perluasan kebijakan pembatasan motor melalui sistem plat kendaraan bermotor ganjil dan genap akan diterapkan mulai 9 September 2019. Sebelum itu, Dinas Perhubungan DKI akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu selama satu bulan. Mulai Agustus hingga 8 September 2019.

Waktu penerapan kebijakan ganjil genap tetap dibagi dua sepanjang Senin sampai Jumat, yaitu pada pukul 06.00–10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Ruas jalan yang akan diterapkan kebijakan Ganjil Genap diperluas atau ditambah.

Dari awalnya hanya sembilan ruas saja, kini menjadi 25 ruas jalan. Awalnya Gage diterapkan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal S Parman (mulai dari Jalan Tomang Raya sampai Simpang Jalan KS Tubun), Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan dan Jalan Jend A Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai simpang Jalan BekasiTimur Raya).

Maka sekarang perluasan kebijakan Gage diterapkan di Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun I sampai simpang Jalan TB Simatupang) dan Jalan Suryopranoto.

Selanjutnya di Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari.

Editor : Yon Parjiyono