logo

Melawat Ke Malaysia Dan Singapura, Jokowi Singgung Masalah Kebakaran Hutan?

Melawat Ke Malaysia Dan Singapura, Jokowi Singgung Masalah Kebakaran Hutan?

Foto: Screenshot CNNIndonesia
09 Agustus 2019 05:12 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - KUALALUMPUR: Bertolak dari Pulau Bali, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia. Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana tiba di Kuala Lumpur International Airport, Malaysia, Kamis (8/8/2019), pukul 20.00 waktu setempat.

Dari foto-foto yang beredar di sejumlah media online, saat tiba di Malaysia tampak Presiden Jokowi tetap mengenakan baju adat Bali yang dikenakannya saat menghadiri Kongres PDIP di Denpasar, Kamis (8/8/2019) siang. Praktis rombongan Jokowi bertolak ke Kota Kuala Lumpur dan langsung bermalam. 

Jokowi sendiri akan mulai melakukan kegiatan kenegaraan pada Jumat (9/8/2019). Di Malaysia, Jokowi akan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad untuk membahas masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) hingga kelapa sawit.

"Banyak hal yang perlu kita bicarakan dengan Dr Mahathir, terutama yang terkait dengan perbatasan dengan TKI kita. Banyak. Termasuk mengenai diskriminasi minyak kelapa sawit kita, itu yang utama," ujar Jokowi sebelumnya seperti dikutip dari Detik.com.

Informasi dari Humas  Kemenlu, Menlu Retno Marsudi mengemukakan Presiden Jokowi bertolak ke Kuala Lumpur (Malaysia) untuk kunjungan kenegaraan pada Kamis (8/8/2019) sore dari Denpasar, Bali.

“Di sana (Kuala Lumpur, red) sudah malam, kemudian programnya itu sendiri akan dilakukan pada Jumat (9/8/2019) pagi sampai salat Jumat bersama dengan Tun (Tun Mahathir Mohammad, PM Malaysia),” kata Menlu kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menerima surat kepercayaan 12 duta besar baru negara sahabat, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/8/2019) siang.

Dari Malaysia, Presiden Jokowi akan langsung terbang ke Singapura karena bersama Sultan Brunei Hasanah Bolkian, Tun Mahathir Mohammad (PM Malaysia), Presiden Indonesia diundang oleh PM Singapura Lee Hsien Liong untuk perayaan hari nasionalnya.

“Jadi Presiden di Singapura menurut rencana tidak akan menginap, malamnya langsung kembali ke Indonesia,” ucap Menlu Retno.

Dilansir Setkab.go.id, sebelumnya Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Denny Abdi, dalam kunjungan ke Kuala Lumpur (Malaysia) itu, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohammad.

“Ini merupakan kunjungan balasan setelah Mahathir melakukan kunjungan bilateral pertama ke Indonesia pada Juni 2018, satu bulan setelah dirinya dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia,” kata Denny kepada wartawan di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Ia menyebutkan, pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Mahathir akan membahas sejumlah isu, di antaranya akses pendidikan untuk anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia, kemajuan negosiasi perbatasan baik darat maupun laut, dan isu-isu lain yang sifatnya lebih kompleks menyangkut hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kemeterian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, menambahkan, setelah menginap semalam di Kuala Lumpur, Presiden Jokowi akan melanjutkan perjalanannya ke Singapura, Jumat (9/8/2019), untuk menghadiri Hari Peringatan Kemerdekaan Singapura yang ke-54.

“Acara Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura itu juga akan dihadiri oleh PM Malaysia Mahathir Mohammad dan Sultan Brunei Darussalam, Hasnah Bolkiah,” ungkap Faizasyah. 

Kebakaran Hutan

Terlepas dari itu kemungkinan besar Presiden Jokowi akan membahas masalah isu kebakaran hutan yang sudah diangkat ke media Malaysia. Bukan tidak mungkin Presiden akan meminta maaf atas asap hasil kebakaran hutan Indonesia yang sudah mengganggu kenyamanan warga Malaysia dan Singapura.

Bukan tidak mungkin pula dan tidak ada salahnya, Presiden Jokowi sambatan kepada Malaysia dan Singapura untuk ikut memadamkan kebakaran di Indonesia. Bagaimanapun masalah kebakaran hutan adalah masalah lingkungan bisa timbul sewaktu-waktu tanpa diduga-duga dan memerlukan penanganan bersama. 

Sebelumnya Presiden mengaku malu karena di Malaysia dan Singapura, masalah kebakaran hutan dan lahan ini sudah menjadi headline media. “Jerebut lagi lagi ke negara tetangga kita. Saya cek jerebu ini apa, ternyata asap. Hati-hati, malu kita kalau enggak bisa menyelesaikan ini,” tegasnya dalam tayangan KompasTv. 

12 Dubes Bau

Sebelumnya dilaporkan dari Jakarta, Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat pemerintah menerima surat kepercayaan Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) dari 12 negara sahabat, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/8/209) pagi.

Prosesi penerimaan ke-12 duta besar baru negara sahabat itu dimulai dengan penyambutan kedatangan mereka dengan pengibaran bendera dan lagu kebangsaan oleh korps musik dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Setelah itu, satu persatu mereka memasuki Istana Merdeka untuk mengikuti acara penerimaan.

Ke-12 duta besar baru negara sahabat yang menyerahkan surat-surat kepercayaan itu adalah:

Mahmut Erol Kilic, Duta Besar LBBP Turki; Jonathan Edward Austin (Duta Besar LBBP Selandia Baru), Nebosja Koharovic (Duta Besar LBBP Kroasia), Zainal Abidin bin Bakar (Duta Besar LBBP Malaysia), Owen John Jenkins (Duta Besar LBBP Perserikataan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara), Yasoja Gunasakera (Duta Besar LBBP Republik Demokatis Srilanka), Petar Dimitrov Andonov (Duta Besar LBBP Republik Bulgaria)

Daniyar Sarekenov (Duta Besar LBBP Republik Kazakhstan), Faizullah Zaki (Duta Besar LBBP Republik Islam Afghanistan), Belmiro Jose Malate (Duta Besar LBBP Republik Mozambik), Mondi Solomon Dlamini (Duta Besar LBBP Kerajaan Eswatini berkedudukan di Kuala Lumpur) dan Sekou Kasse (Duta Besar LBBP Republik Mali berkedudukan di New Delhi).

Usai penerimaan surat kepercaan, Presiden Jokowi mengajak masing-masing duta besar untuk berbincang sejenak di Verranda.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi, dan Seskab Pramono Anung. ***

Editor : Pudja Rukmana