logo

Target Pembayaran Lahan LRT Jatimulya Selesai September 2019

Target Pembayaran Lahan LRT Jatimulya Selesai September 2019

BPN Kabupaten Bekasi melakukan pendataan warga Jatimulya yang terdampak pembangunan Depo LRT, Rabu (7/8). (Foto: Dharma/suarakarya.id).
07 Agustus 2019 17:18 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - CIKARANG - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi mentargetkan pembayaran lahan proyek Kereta lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan selesai pada September 2019 ini.

"Untuk lahan pengadaan tanah ini diharapkan selesai Agustus atau paling mundur pembayaran awal bulan September 2019. Yang masih menolak kita lakukan konsinyasi di Pengadilan," kata Kepala BPN Kabupaten Bekasi, Nurhadi Putra kepada wartawan, di Depo LRT Jatimulya, Rabu (7/8).

Saat ini, BPN bersama Kementerian Perhubungan telah melaksanaan pendataan akhir dengan penyerahan hasil penghitungan appraisal terhadap kewajaran ganti kerugian bagi lahan dan bangunan milik warga yang akan dibebaskan untuk pembangunan LRT tersebut.

Kendati masih terjadi penolakan warga terhadap hasil appraisal, namun dapat dikendalikan.

"Kemarin sempat terjadi penolakan, hari ini warga menerima hasil appraisal. Ini merupakan tindaklanjut  yang sebelumnya sudah dilakukan pendataan kepada warga," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pelaksanaan pengadaan lahan untuk Depo LRT ini sudah dilakukan mulai dari pendataan, inventarisir, penggusuran hingga musyawarah warga. Namun, kendati dilapangan masih terjadi penolakan, pihak BPN berhasil melakukan

Ketua PPK Pembebasan Lahan dari Kementerian Perhubungan Fadli mengatakan, progres pembebasan lahan warga baru mencapai 53 persen atau dari total 188 bidang telah dibebaskan yakni 94 bidang tanah.

"Sisanya ditargetkan akhir Agustus baik di konsinyasi maupun dibayar langsung," terangnya.

Dia menyampaikan, pendataan hari ini merupakan bangunan yang sejak Sabtu kemarin. Itu pun sudah dari nonem yang berubah nama.

"Hari ini yang sudah di data bisa dibayarkan langsung," katanya. ***

Editor : Yon Parjiyono