logo

Medal Parade Satgas Konga XXXIX-A RDB Monusco

Medal Parade Satgas Konga XXXIX-A RDB Monusco

(Foto: Pen Satgas RDB Monusco/suarakarya.id/dwi putro aa)
02 Agustus 2019 08:14 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - KONGO: Sebanyak 850 personel yang tegabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A Rapid Depolyable Battalion (RDB) Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo (Monusco) menerima penghargaan Medali Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Upacara penyematan medali dikemas dalam Medal Parade dengan Inspektur Upacara (Irup) Force Commander (FC) Leiutenant General Elias Rodriquez Martin Filho, bertempat di Lapangan Soedirman Park, Indo RDB, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Kamis (1/8/2019).

Prosesi upacara ditandai dengan penyematan medali secara simbolis dari Force Commander (FC) Leiutenant General Elias Rodriquez Martin Filho kepada Komandan Satgas Indo RDB Kolonel Inf Dwi Sasongko, Wadan Satgas Indo RDB Letkol Inf Totok Prio Kismanto, Komandan Satgas Kompi Zeni Monusco Letkol Czi Yudo Aji Susanto dan Mayor Ctp (K) Dwi Supriyanti. 

Selain Force Commander turut menyematkan medali kepada perwira staf satgas dan komandan kompi diantaranya adalah Southern Sector Commander (SSCO) Brigjen Kashif Abdullah dan Duta Besar Republik Indonesia dari KBRI Nairobi, Kenya yg berwenang di wilayah Republik Demokratik Kongo, Bapak Soehardjono Sastromiharjo.

Penganugerahan medali PBB (UN Medal) merupakan penghargaan tertinggi dari PBB kepada pasukan pemeliharaan perdamaian yang telah berhasil melaksanakan misi selama 6 bulan berturut-turut atau lebih secara profesional, loyal, dedikasi tinggi dan mampu diterima masyarakat. 

Force Commander (FC) Leiutenant General Elias Rodriquez Martin Filho dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh prajurit Satgas Indo RDB, atas dedikasi yang telah ditunjukkan selama bertugas mengemban misi PBB dan berbagai prestasi yang telah dicapai selama ini. Berbagai strategi operasi yang diterapkan oleh Indonesia diantaranya adalah melalui pendekatan Civil and Military Coordination (Cimic), telah mampu merebut hati warga masyarakat di Sektor Selatan khususnya wilayah propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo. Diharapkan kedepan dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Rangkaian upacara militer Medal Parade dimeriahkan dengan parade dan defile serta bergabai atraksi yang dimainkan oleh prajurit Satgas Indo RDB. Berbagai atraksi tersebut diantaranya adalah kolone senapan, tari sajojo, kolaborasi tari tradisional Indonesia (tor-tor, kecak dan kuda lumping) serta penampilan bela diri.

Sebagai akhir dari upacara Medal Parade adalah tari bersama Gemu Famire (asal Maumere) dan Tshini-tshini (asal Kongo) yang diikuti oleh tamu undangan dan seluruh prajurit Satgas Indo RDB. (Pen Satgas RDB Monusco) ***