logo

Ikatan Da'i Muda Bogor Siap Lawan Radikalisme

Ikatan Da'i Muda Bogor Siap Lawan Radikalisme

IDAMB menyatakan tolak radikalisme. (Istimewa)
22 Juli 2019 23:12 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ikatan Da'i Muda Bogor (IDAMB) menyatakan siap melawan radikalisme,  menanggapi persoalan radikalisme di Indonesia yang adikalistersebutcukup serius. di Ponpes Riyadh Aliyyah Caringin Bogor, Minggu (21/7/2019).

Ahmad Nurwahid (Densus 88 Mabes Polri) dalam acara tersebut menyatakan bahwa Pancasila adalah rumah  bersama, tidak ada toleransi sedikitpun bagi yang mengganggu Pancasila dan mempermasalahkan Pancasila.

Ditegaskan juga oleh Nurwahid "Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau berbhineka tunggal ika. Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan, tidak toleran pada agama, suku, ras/etnis lain".

Nurwahid selanjutnya menjelaskan bahwa radikalisme marak terjadi di tahun politik ini, termasuk adanya isu dibentuknya Negara Khilafah oleh kelompok dengan berdalih Perjuangan Agama. 

"Banyak masyarakat kita yang hanyut dalam atmosfir Propaganda dan Hoax untuk mengalihkan motivasi agama menjadi Radikal dalam memperoleh massa dengan tujuan perwujudan Negara Khilafah di Indonesia. Ini merupakan tugas serius demi menjaga Rumah Kita Bersama, Pancasila dan NKRI. Apakah NU siap membantu tugas Polri dalam melawan Paham Radikalisme?," kata Nurwahid dalam tausiyahnya.

Nurwahid juga mengajak semua jemaah Ansor untuk memantau dan memonitoring kegiatan yang terindikasi radikalisme yang juga bisa masuk melalui pendidikan dan kemasyarakatan.

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan Kemkominfo RI Tahun 2019, sebanyak 67% konten di internet yang mengaku berkedok Aswaja ternyata menunjukkan bukan Asli/ Palsu sebagai Aswaja. (Hoax dan Propaganda).

Sementara itu H. Muhammad Faisal dalam tausiyahnya menyampaikan "Aksi Radikalisme dengan berkedok Islam adalah fitnah besar kepada Agama Islam yang dilakukan oleh Seorang/Kelompok dengan tidak mengikuti syariat Islam secara baik dan benar.

"Berdasarkan data kurang lebih sekitar 50 penceramah yang sudah masuk kedalam masjid-masjid di Wilayah Kab.Bogor dan sudah terindikasi paham radikal. Kondisi sangat memprihatinkan," kata Faisal. 

Faisal menyampaikan, tausiah Ahmad Nurwahid tentang Rajut Kembali Ukuwah Islamiyah yang mencintai Negeri Nusantara Indonesia adalah sikap tegas beliau menjaga dari ancaman radikalisme melalui pemuda Ansor.