logo

Gunakan Sabu Sudah 20 Tahun, Suami Nunung Bukan Diam Saja

Gunakan Sabu Sudah 20 Tahun, Suami Nunung Bukan Diam Saja

Iyan Sambiran
21 Juli 2019 18:15 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Nunung mengaku sudah lebih dari 20 tahun mengonsumsi narkoba, khususnya sabu. Selama itu, suaminya sudah memperingatkan, meski yang bersangkutan juga menemani Nunung.

"Pengakuan tersangka NN (Nunung) dan suaminya, JJ (July Jan Sambiran), sudah disampaikan di berita acara pemeriksaan bahwa betul (20 tahun)."kata Kasubdit I Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak di Mapolda, Minggu (21/7/201)

Sebenarnya , Calvin menambahkan, Nunung sudah dinasihati suaminya July Jan Sambiran (Iyan Sambiran) untuk tidak lagi memakai narkoba, tetapi nasehat tersebut tidak diindahkan. 

"Pengakuannya kalau NN, dia menggunakan itu dalam hal pekerjaan, (meningkatkan) stamina yang bersangkutan. Tetapi kalau JJ saya katakan beberapa kali sudah menasehati (Nunung) untuk berhenti. Tetapi sepertinya ada penolakan dari NN," ujar  Calvin.

"Ya karena berkali-kali disampaikan, di mana NN ini ingin ditemani oleh JJ pada saat penggunaan narkoba itu," imbuh Calvin.

Calvin mengatakan, Nunung aktif memesan narkoba. Ia juga aktif mengajak Jan Sembiran mengonsumsi barang haram tersebut.

"Saat ini, perkembangan selanjutnya yang kami melihat dan sudah dituangkan dalam BAP (berita acara pemeriksaan, red), antara tersangka NN dan tersangka JJ yang merupakan pasangan suami-istri, bahwa yang aktif memesan narkoba adalah NN. Kemudian yang aktif mengajak suaminya, JJ, adalah NN," ujar Calvin.

Nunung bersama Jan Sembiran ditangkap di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019). Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram.

Polisi melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap Nunung dan suaminya, Jan Sembiran, setelah dilakukan penangkapan. Hasil interogasi, Nunung mengakui sudah 10 kali membeli sabu dari Hery . Polisi masih memburu pemasok utama brang haram ini yang ditengarai berada di Bogor

Editor : B Sadono Priyo