logo

Alfort Capital Limited Keberatan Klaim Fireworks Ventures Limited Sebagai Kreditur Tunggal PT GWP

Alfort Capital Limited Keberatan Klaim Fireworks Ventures Limited Sebagai Kreditur Tunggal PT GWP

Ilustrasi
21 Juli 2019 17:20 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Alfort Capital Limited menyatakan keberatan terkait klaim Fireworks Ventures Limited sebagai kreditur tunggal PT Geria Wijaya Prestige (GWP) yang dimuat dalam pemberitaan media online.

“Klaim Fireworks atas PT GWP, pemilik Hotel Kuta Paradiso sebagai kreditur tunggal adalah klaim tidak benar dan tidak berdasar pada hukum maupun fakta yang sebenarnya,” ujar Kuasa Hukum Alfort Capital Limited, Sendi Sanjaya, SH, MH, dalam keterangan pers nya di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Menurut Sendi, Alfort Capital adalah penerima hak tagih atas piutang dari PT Bank Agris yang dulu yang bernama PT Bank Finconesia berdasarkan Akta Perjanjian Pengalihan Piutang (cessie) No.47 tertanggal 29 Desember 2011, piutang berasal dari Akta Perjanjian Kredit No.8 tertanggal 28 November 1995.

“Kami merupakan pemenang atas perkara No:27/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst yang putusannya telah berkekuatan hukum tetap, kami adalah salah satu kreditur atas utang PT. GWP, sehingga klaim Fireworks yang menyatakan sebagai kreditur tunggal dari PT GWP telah terbantahkan dengan sendirinya,” paparnya.

Sendi menjelaskan, PT GWP mengambil pinjaman kredit berdasarkan Akta Perjanjian Pemberian Kredit No.8 tertanggal 28 November 1995 yang bersumber dari tujuh bank yaitu Bank PDFCI, Bank Multicor, Bank Rama, Indovest Bank, Bank Finconesia, Bank Arta Niaga Kencana, dan Bank Dharmala.

“Fireworks mendapatkan pengalihan piutang dari PT Milenium Atlantik Securities berdasarkan Akta Nomor 65 tertanggal 17 Januari 2005 tentang pengalihan piutang (cessie), dan mendapatkan hak tagih dari lelang BPPN yang tertuang dalam Akte No.67 tertanggal 23 Februari 2004 tentang pengalihan piutang (cessie),” ungkap Sendi.

Selain itu, lanjutnya, dalam putusan perkara No.26/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Pst yang diajukan Gaston Investment Limited dinyatakan bahwa Bank PDFCI, Bank Rama dan Bank Dharmala telah dilikuidasi dan diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

“Maka jelas hanya porsi dari Bank Rama, Bank Dharmala dan Bank PDFCI yang telah beralih ke BPPN, yang kemudian beralih ke PT Milenium Atlantic Secuties, yang selanjutnya dijual kembali ke Fireworks,” terang Sendi.

Sendi juga menjelaskan, bahwa Gaston Investment Limited juga merupakan kreditur lain atas utang PT. GWP, karena telah mengambil alih hak tagih (cessie) dari Bank Commonwealth yang telah merger dengan Bank Arta Niaga Kencana.

“Kami jelas keberatan apabila ada pernyataan yang menyebut bahwa semua anggota bank telah menyerahkan pengurusan piutang kepada BPPN, dan menjual seluruhnya kepada Millenium Atlantic Securities, itu jelas tidak benar dan tidak sesuai fakta hukum,” tambahnya.

Atas fakta tersebut, ia pun meminta elemen masyarakat tidak hanya melihat pernyataan sepihak dari pihak Fireworks Ventures Limited, termasuk instansi penegak hukum.

“Atas klaim Fireworks Ventures Limited tersebut, kami sedang mempertimbangkan untuk melakukan upaya hukum terhadap perusahaan tersebut,” tegasnya