logo

SOZECOM Pelajari Sukses Managemen Microfinance Desa Dan Sekolah Cendia BAZNAS

SOZECOM  Pelajari  Sukses Managemen Microfinance Desa Dan Sekolah Cendia BAZNAS

MoU antara BAZNAS dan Zozecom, Nigeria dilakukan di Jakarta, Minggu (22/7/2019).
21 Juli 2019 16:46 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Keberhasilan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah yang dijalan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperoleh apreaiasi oleh berbagai negara di dunia, salah satunya dari benua Afrika, Nigeria.

Sokoto State Zakat and Waqf Commission (SOZECOM), organisasi pengelola zakat dari negara bagian Sokoto, Nigeria belajar langsung dari program-program penghimpunan dan penyaluran zakat BAZNAS.

Kedua pihak kemudian sepakat menjalin kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU), ditandatangani oleh Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo, dan Ketua SOZECOM, Muhammad Lawal Maidoki di kantor BAZNAS di Wisma Sirca, Jalan Johar, Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Turut hadir menyaksikan prosesi ini Gubernur Sokoto, Aminu Waziri Tambuwal dan para anggota BAZNAS. Bambang mengatakan, kerja sama antara BAZNAS dan SOZECOM memungkinkan kedua lembaga untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan zakat di masing-masing wilayah, bekerjasama melakukan studi, pelatihan dan konferensi. Senin (22/7/2019) Tim Sozecom akan mengunjungi Lembaga Pemberdayaan yang dibuat BAZNAZ, Lembaga Micro Finance dan Sekolah Cendikia BAZNAS, keduanya berada di wilayah Bogor, Jawa Barat.

"BAZNAS dan SOZECOM sepakat untuk saling memajukan kedua organisasi sehingga makin besar manfaatnya bagi umat. Dalam kerjasama ini juga dimungkinkan untuk mengadopsi program penyaluran dengan penyesuaian sesuai kondisi setempat," kata Bambang.

Selama lawatannya ke Indonesia, SOZECOM dijadwalkan mengunjungi berbagai program penyaluran BAZNAS seperti program ekonomi di BAZNAS Microfinance Desa (BMD) dan program pendidikan Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB).

“BAZNAS sangat terbuka dengan lembaga di dunia yang ingin mempelajari program-program penghimpunan dan penyaluran zakat yang dilaksanakan dengan baik oleh BAZNAS. Kami pertemukan langsung SOZECOM dengan tim teknis BAZNAS dan mustahik penerima manfaatnya agar dapat diadopsi di Sokoto,” katanya.

BAZNAS menginisiasi lahirnya World Zakat Forum (WZF) dan saat ini Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo menjadi Sekretaris Jenderal WZF yang memimpin sejumlah tokoh dan lembaga zakat dari 33 negara. Berbagai resolusi penting mengenai pengelolaan zakat modern dihasilkan dari pertemuan internasional yang diselenggarakan setiap tahun.

BAZNAS juga telah bekerjasama dengan berbagai lembaga internasional, terutama lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam berbagai program krisis kemanusiaan di dalam dan luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS juga menyampaikan sertifikat penghargaan kepada Gubernur Sokoto atas perannya dalam mendorong pengelolaan zakat di Nigeria dan benua Afrika melalui SOZECOM.

SOZECOM dinilai sangat aktif dalam mendorong peningkatan pengelolaan zakat di Afrika, salah satunya dengan mengajak berbagai organisasi zakat di benua tersebut untuk bergabung dengan WZF.1 Mnurut Direktur Utama BAZNAS, Muhamad Arifin Purwakananta, Cozecom Nigeria mengatahui kinerja BAZNAS dari grup WA World Forum Zakat.

"Mereka ingin belajar tentang pengolaan, pengumpulan dan penyaluran zakat yang dilakukan BAZNAZ," kata Arifin.

Cozecom telah melakukan pengumpulan dan penyaluran zakat, namun baru dalam bentuk uang. Jadi menerima zakat uang. Kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak.

Editor : Yon Parjiyono