logo

Kemendes PDTT Gelar Pelatihan Identifikasi Kebutuhan Pascabencana

 Kemendes PDTT Gelar Pelatihan Identifikasi Kebutuhan Pascabencana

Suasana latihan (foto, ist).
19 Juli 2019 15:41 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BENGKULU: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) Kemendes PDTT membekali masyarakat dan aparatur pemerintah daerah, dalam pelatihan indentifikasi kebutuhan pasca bencana. Kali ini, pelatihan dilakukan di Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Dirjen PDTu Aisyah Gamawati melalui Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana Ditjen PDTu Kemendes PDTT Hasman Maani, di Seluma, Bengkulu, Kamis (18/7/2019) menyampaikan, pelatihan ini merupakan upaya konstruktif dan positif dalam tahapan-tahapan manajemen kebencanaan.

"Pengetahuan terkait cara-cara perhitungan kebutuhan ini menjadi faktor penting dalam menetapkan prioritas kebutuhan, yang darurat dibutuhkan oleh korban bencana," tuturnya.

Pembekalan seperti ini, lanjutnya, perlu secara terus menerus dilakukan mengingat kita hidup di wilayah yang sangat rentan terjadi bencana,. Hasman juga menjelaskan mengenai Peraturan Menteri Desa nomor 16 tahun 2018 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2019.

"Dalam peraturan itu disebutkan, dana desa dapat digunakan untuk penanganan dan kesiapsiagaan bencana. Namun, perlu diingat bahwa semua usulan tersebut harus terlebih dahulu dibahas dan disetujui bersama pada tingkatan musyawarah desa," jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Seluma H Rosikin menyampaikan rasa terima kasih atas digelarnya pelatihan ini. “Pengelolaan bencana merupakan tugas kemanusiaan dan mulia, pengetahuan yang kita dapatkan ini perlu diteruskan kepada lingkungan di sekitar kita" katanya.

Pelatihan diikuti 65 orang peserta dari unsur pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah. Peserta daerah di antaranya berasal dari kabupaten Seluma, Solok Selatan, Musi Rawa, Musi Rawas Utara, Lampung Barat, dan Pesisir Barat. Unsur masyarakat dan penggiat bencana hadir dari Universitas Bengkulu, Lembaga Penanggulangan Bencana Nahdlatul ulama (LPBI NU), Bagana (Banser Siaga Bencana) dan Tagana (Taruna Siaga Bencana). Pelatihan dilakukan melalui metode kelas dan praktik lapangan. Praktik lapangan dan simulasi sendiri digelar di Desa Padang Pelasan Kecamatan Air Periukan desa terdampak banjir.

Pelatihan juga diisi oleh beberapa sesi lainnya, seperti mulai dari konsep dasar penanggulangan bencana, kebijakan umum rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, konsepsi penilaian kebutuhan pemulihan korban pasca bencana, tata cara, pengumpulan dan pengolahan data kebutuhan pasca bencana dan simulasi lapangan.

Editor : Markon Piliang