logo

MA Sayangkan Perbuatan Yang Menciderai Lembaga Peradilan

MA Sayangkan Perbuatan Yang Menciderai Lembaga Peradilan

Insiden pengacara pukul hakim di PN Pusat
18 Juli 2019 22:06 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mahkamah Agung (MA) menyesalkan tindakan pengacara menyerang anggota Majelis Hakim di PN Jakarta Pusat. Tindakan atau perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang menciderai lembaga peradilan dan merupakan contempt of court. 

" Masalah peradilan tidak hanya hakim dan aparat pengadilan saja, tetapi semua pihak yang berada di dalam ruang pengadilan / ruang persidangan harus menghormatinya. Semua pihak wajib menjunjung tinggi etika profesi masing masing. Hakim harus patuh pada kode etik," kata Kepala Humas MA Abdulah dalam rilis yang diterima SK.id , Kamis (18/7/2019).

Semua pihak di PN terikat peraturan yang ketat. Kata Abdul, Panitera harus patuh kepada kode etik, jaksa harus patuh pada kode etik dan Advokat juga harus patuh pada kode etiknya. Perbutan yang dilakukan tidak saja bertentangan dengan kode etiknya, tetapi sudah masuk ranah tindak pidana.

Persidangan merupakan tempat yang sakral. Semua pihak harus menghormati persidangan. Dalam hal ada pihak yang belum bisa menerima putusan hakim, cukup menyampaikan pikir-pikir atau langsung menyatakan upaya hukum banding. Itulah etika persidangan menurut hukum," katanya.

Dalam rekaman terlihat jelas persiapan pelaku sampai perbuatan tersebut dilakukan pada saat Hakim membacakan putusannya, yaitu Hakim diserang pada saat menjalankan jabatannya.

Kasusnya berawal dari pembacaan putusan baru memasuki bagian pertimbangan petitum pihak Tomy Winata (TW) digugat. Karena tidak terima, kemudian Desrizal maju ke depan majelis hakim.

"Kuasa pihak TW selaku penggugat inisial D berdiri dari kursi kemudian melangkah ke depan majelis hakim yang bacakan pertimbangan putusan dan tarik ikat pinggang dan tali itu digunakan oleh pelaku D untuk melakukan penyerangan kepada majelis hakim yang bacakan putusan," kata Humas PN Jakpus, Makmur kepada wartawan di PN Jakpus.

Akibat serangan itu, ketua majelis hakim berinisial HS terluka di bagian dahi. Sedangkan hakim berinisial DB juga sempat kena serangan. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku kemudian diamankan polisi.

"Yang bersangkutan telah diamankan pihak kepolisian di Polsek Kemayoran," ucapnya lagi

Editor : B Sadono Priyo