logo

Pertukaran Informasi Pasar Kerja Membantu Dalam Mengisi Pasar Kerja

Pertukaran Informasi Pasar Kerja Membantu Dalam Mengisi Pasar Kerja

Staf Ahli bidang Kerja Sama Hubungan Internasional Kemenaker Suhartono. (foto, ist)
11 Juli 2019 22:22 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - PALEMBANG: Pertukaran informasi pasar kerja akan membantu tiga negara Indonesia, Malaysia, serta Thailand dalam mengisi pasar kerja sub regional. Sehingga migrasi pekerja akan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja.

Demikian dikemukakan Sekjen Kemenaker Khairul Anwar dalam sambutan yang disampaikan Staf Ahli bidang Kerja Sama Hubungan Internasional Suhartono, saat membuka acara "Workshop Peningkatan Peran Indonesia peran Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand-Growth Triangle (IMT-GT) : Evaluasi dan Tindak Lanjut Project Working Group on Human Resources Develompment, Eduacation, and Culture (WG HRD-EC) Indonesia, di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (11/7/2019).

Untuk itu, lanjutnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berharap kerja sama saling menukar sistem informasi pasar kerja secara online antara tiga negara tersebut, dapat meningkatkan tenaga kerja kompetitif, meningkatkan mobilitas tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi pasar kerja, dalam memperkuat konektivitas tenaga kerja.

Dijelaskannya, kerja sama IMT-GT bukan kerja sama baru tetapi mengikuti Implementation Blueprint (IB) 2017-2021. Untuk mewujudkan IB tersebut, Pemerintah telah memiliki dua proyek yakni Jejaring Balai Latihan Kerja (Vocational Training Centre Networking /VTC-NET) dan Sistem Informasi Pasar Kerja (Labour Market Information System /LMIS).

Saat ini, telah dilakukan revitalisasi terhadap lembaga pelatihan kerja dalam upaya meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) daerah secara fokus, massif dan perbaikan pelayanan informasi pasar kerja yang terintegrasi di tiga negara,. Sebagai wujud konkrit dalam mobilisasi tenaga kerja di wilayah sub regional.

"Kami juga menghimbau peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung implementasi dua proyek dimaksud dan memberikan usulan proyek baru yang dapat diimplementasikan sesuai IB 2017-2021," tutur Suhartono.

Dia menambahkan kerja sama IMT-GT merupakan kerja sama ekonomi sub regional yang terbentuk sejak 1993, sangat strategis dalam peningkatan perekonomian wilayah perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Thailand. Fokus kerja sama IMT-GT di sepuluh provinsi yakni Banda Aceh, Sumut, Sumbar, Kepri, Sumsel, Riau, Babel, Jambi, Bengkulu dan Lampung.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto