logo

Macet Makin Parah, Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap Diusulkan Lagi

Macet Makin Parah, Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap Diusulkan Lagi

Kemacetan di salah satu ruas Jakarta.
11 Juli 2019 22:20 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA; Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengusulkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar menerapkan kembali sistem ganjil-genap seperti saat Asian Games 2018 dikarenakan kinerja lalu lintas menurun.

"Saat ini kinerja lalu lintas menurun hingga 17 persen dibanding pada 2018," kata Kepala Humas BPTJ, Budi Raharjo. Ganjil-genap pada saat Asian Games 2018 dinilai efektif mengurai kemacetan dibandingkan dengan saat ini. Sehingga BPTJ mendorong pemerintah DKI Jakarta mempertimbangkan penerapan kembali ganjil-genap seperti saat perhelatan Asian Games 2018 mulai pukul 08.00-21.00 WIB atau selama 15 jam.

"Surat rekomendasi dari BPTJ kepada bapak gubernur DKI untuk mempertimbangkan kembali implementasi ganjil-genap seperti pada Asian Games. Kenapa demikian? Karena kinerja lalu lintas kita sekarang menurun di Jakarta sampai 17 persen dibanding pada waktu Asian Games" ujar Budi, Kamis (11/7/2019).

"Pada waktu Asian Games memang terbukti ganjil-genap itu efektif mengurai kemacetan lalu lintas. Jadi kita mendorong agar itu diberlakukan kembali sebelum ada kebijakan lain yang lebih pas" ungkap Budi.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan pemberlakuan ganjil-genap saat Asian Games 2018 membuat peningkatan kinerja lalu lintas. Tercatat kecepatan kendaraan meningkat menjadi 37 kilometer per jam dari sebelumnya 25 kilometer per jam.

"Kalau bicara 2018, kinerja lalu lintas kita meningkat tapi pada waktu Asian Games. Itu kita mencatat kecepatan rata-rata sebelum Asian Games hanya 25 kilometer per jam. Namun, ketika berlakukan ganjil genap kecepatan meningkat menjadi 37 kilometer per jam" kata Budi.

Sementara itu, pada 2019 mengalami penurunan. Dari 37 kilometer per jam menurun menjadi 30 kilometer per jam. "Di 2019, kinerja lalu lintas menurun. Kecepatan rata-rata menurun dari semula Asian Games 37 kilometer per jam.

Pada awal bulan Februari kemarin, hanya 30 kilometer per jam" kata Budi menambahkan

Editor : Yon Parjiyono