logo

Modal Pas-pasan? Ternak Puyuh Bisa Jadi Pilihan

Modal Pas-pasan? Ternak Puyuh Bisa Jadi Pilihan

11 Juli 2019 16:43 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan berkomitmen untuk mendukung pengembangan budidaya ternak puyuh yang memiliki potensi pengembangan besar.

Kriswiyanto, salah satu peternak puyuh dari Sukabumi menyampaikan bahwa dari segi budidaya, beternak puyuh sangat mudah. Ancaman penyakitnya sangat sedikit.

Sementara, terkait dengan dusta produk puyuh yang dianggap tinggi kolesterol, sehingga membuat masyarakat enggan mengonsumsinya, Kriswiyanto membantahnya dan menegaskan bahwa kolesterol yang dikandung oleh produk ternak puyuh merupakan kolesterol yang baik dan menyehatkan.

"Produk-produk ternak puyuh kami sudah diuji oleh laboratorium pemerintah, universitas, dan juga swasta. Hasilnya, produk ternak puyuh memiliki kandungan protein tinggi, dan untuk by product berupa kohe, dapat memenuhi unsur hara makro dan mikro yang baik untuk pupuk," jelas Kriswiyanto.

Mengamini Kriswiyanto, Haris Lambey, peternak puyuh dari Batam yang juga masih aktif sebagai polisi ini, juga menyampaikan berbagai potensi ternak puyuh, termasuk potensi ekspor ke beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Malaysia.

Sementara, Anton Permana, Alumni Lemhannas yang selama ini aktif membina peternak puyuh organik, menyampaikan potensi pasar domestik produk puyuh masih sangat terbuka lebar.

"Produk telur puyuh per bulan saja baru mencukupi 10% dari potensi kebutuhan sebesar 50 juta butir, belum lagi produk puyuh lainnya seperti daging atau olahan produk puyuh seperti bakso, sosis, nugget, dan lain-lain," ujarnya.

Dirjen PKH, Kementan, I Ketut Diarmita, saat berkunjung ke Araya Quail Farm (AQF) di Cimande, Bogor, Jawa Barat, pekan lalu, mendapat laporan dari Gutomo, pemilik AQF sekaligus Jenderal Bintang 2 Purnawirawan TNI AU.

Gutomo menyampaikan potensi ternak puyuh ini sangat luar biasa, tapi masih minim sentuhan kebijakan, kedepan saya mengajak Kementan untuk bersama-sama mengembangkan ternak puyuh di Indonesia," ungkap Gutomo.

Ketut menyambut baik ajakan ini dan menyampaikan bahwa Pemerintah selalu siap memfasilitasi pengembangan peternakan di Indonesia, apalagi untuk komoditas yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan dan berpeluang untuk ekspor.

Ketut berpesan agar Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI) membentuk kelompok-kelompok peternak untuk memudahkan pembinaan dan fasilitasi dari pemerintah baik dari segi teknis maupun dukungan kebijakan.

Pemerintah akan menyiapkan kebijakan untuk pengembangan puyuh ini. Termasuk kebijakan teknis dalam implementasi biosekuritas peternakan. "Untuk peternakan puyuh yang sudah siap ekspor akan difasilitasi dan didampingi sampai bisa mendapatkan sertifikasi bebas kompartemen avian influenza, karena ini merupakan syarat mutlak untuk bisa ekspor," tambahnya. ***